Kembali

© WWF-Indonesia

Kemitraan Konservasi untuk Pembangunan



PRESS RELEASE

Kemitraan Konservasi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Desa dan Laut Indonesia

Posted by Administrator on 28 October 2019
Author by WWF-Indonesia

Kemitraan Konservasi untuk Pembangunan yang Berkelanjutan di Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, juga di Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia 

Jakarta, 18 Oktober 2019 – Dalam semangat kemitraan sesuai dengan Poin 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), “Partnership for the Goals”, hari ini dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI (Kemendesa PDTT) dan WWF-Indonesia bertempat di Kantor Kemendesa PDTT. Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT RI Anwar Sanusi dan CEO WWF-Indonesia Rizal Malik ini mencakup program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menuju Kawasan mandiri hijau di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi. Turut hadir menyaksikan penandatanganan, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, juga Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan beserta jajaran Kemendesa PDTT dan WWF-Indonesia.

“Kemitraan ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas kelembagaan desa dengan tetap mempertahankan tradisi, kearifan, dan pengetahuan lokal. Kemitraan ini juga mendukung pengembangan produk-produk ekonomi desa berbasis sumber daya alam dan dikelola secara berkelanjutan, yang membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat desa dan kawasan perdesaan,” kata Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi dalam sambutannya.

Pada sore harinya, di sela peluncuran buku Laut Masa Depan Bangsa: Transformasi Kelautan dan Perikanan 2014-2017, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) dan WWF-Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman Bersama Tahun 2019-2023 tentang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan bagi Pemanfaatan yang Berkelanjutan. Sekretaris Jenderal KKP dan CEO WWF-Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman tersebut, disaksikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan juga Badan Pengurus, Pengawas dan Pembina Yayasan WWF Indonesia beserta jajaran pejabat KKP dan WWF-Indonesia. Nota Kesepahaman Bersama ini merupakan perpanjangan nota periode sebelumnya yaitu tahun 2014-2017.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo menyampaikan apresiasi dan aspirasinya, “KKP menyambut baik peran serta lembaga swadaya masyarakat WWF- Indonesia untuk menyusun rencana aksi yang mendukung langsung tiga pilar pembangunan kelautan dan perikanan, yakni: keberlanjutan, kesejahteraan, dan kedaulatan serta mendukung capaian Indikator Kinerja Utama KKP. Kemitraan dalam kerja konservasi kelautan ini menjadi upaya mempercepat terwujudnya visi ‘Laut Indonesia Masa Depan Bangsa’ dan cita-cita ‘Indonesia Poros Maritim Dunia’.”

Puji dan syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya kesepahaman bersama dua kementerian strategis yaitu Kemendesa PDTT dan KKP dengan WWF-Indonesia. Ruang lingkup kerja konservasi dengan Kemendesa PDTT kami fokuskan pada pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa. WWF-Indonesia menyadari arti penting peran desa dan masyarakatnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan yang berkeadilan,” kata CEO WWF-Indonesia Rizal Malik

“Sedangkan di bawah payung kerja sama dengan KKP, kami akan lanjutkan program-program peningkatan pengelolaan perikanan, budidaya yang berkelanjutan, peningkatan pengelolaan, akses produk perikanan yang bertanggung jawab, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan riset kelautan dan perikanan. Besar harapan melalui kemitraan ini, Indonesia dapat berdaulat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. WWF-Indonesia senantiasa siap menjadi bagian integral untuk pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Rizal. 

- SELESAI -

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Karina Lestiarsi, Media Relation Specialist WWF-Indonesia, Email: [email protected] | HP: +62 852-181-616-83

Tentang WWF-Indonesia:
WWF-Indonesia adalah organisasi nasional yang mandiri dan merupakan bagian dari jaringan global WWF. Mulai bekerja di Indonesia pada tahun 1962 dengan penelitian Badak Jawa di Ujung Kulon, WWF-Indonesia saat ini bergiat di 34 wilayah kerja lapangan di 17 provinsi mulai dari Aceh hingga Papua. Didukung oleh sekitar 500 staf, WWF-Indonesia bekerja sama bersama pemerintah, komunitas lokal dan adat, swasta, akademisi, masyarakat madani dan publik luas. Sejak 2006, WWF-Indonesia didukung oleh sekitar 100.000 suporter dalam negeri.


Cerita Terkini

Earth Hour 2019

Earth Hour 2019

Optimalkan Pengawasan di KKP Sorong Selatan

Optimalkan Pengawasan di KKP Sorong Selatan

Wujudkan SDG's Melalui Praktik Perikanan Bertanggung Jawab

Wujudkan SDG's Melalui Praktik Perikanan Bertanggung Jawab

Get the latest conservation news with email