Kembali

© Yusnizam / Getty Images Pro

.



Kampanye #SaveCenderawasih Earth Hour Indonesia: Menjaga Cenderawasih dengan Cerita dan Harapan

Posted on 08 November 2021
Author by Youth and Education Team

Pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali kembali diadakan di tahun 2021 pada 2-15 Oktober di tiga lokasi di Papua; Merauke, Mimika, dan Jayapura. Acara yang dilangsungkan selama sekitar 2 minggu ini tentunya menarik banyak perhatian akan keindahan alam yang dimiliki Papua, termasuk keanekaragaman hayatinya. Digunakan sebagai salah satu maskot resmi PON 2020, Burung Cenderawasih merupakan salah satu satwa kebanggaan masyarakat Papua dan sekitarnya, dengan nilai budaya yang tinggi. Kebanggaan yang muncul atas terpilihnya Cenderawasih sebagai maskot PON 2020 diikuti juga dengan kekhawatiran akan meningkatnya pemesanan mahkota Cenderawasih serta cinderamata berbahan dasar hewan yang dilindungi itu selama pagelaran berlangsung, yang tentunya akan membahayakan kelangsungan populasi burung surga ini di alam liar. 

Meskipun Cenderawasih dilindungi secara penuh, serta telah diserukannya imbauan untuk tidak memperjualbelikan souvenir berbahan bulu Cenderawasih, kekhawatiran akan perdagangan dan perburuan Cenderawasih oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tetap tinggi. Dari kekhawatiran ini, komunitas Earth Hour Indonesia dengan Earth Hour Jayapura sebagai komunitas yang berharap populasi Cenderawasih tetap terjaga menjalankan kegiatan penyuluhan preventif dan penyadartauan akan pentingnya keberadaan Cenderawasih untuk ekosistem dengan kampanye Save Cenderawasih. Kampanye dimeriahkan dengan mengadakan kegiatan Dongeng Cenderawasih, Seri Instagram Live 3-episode, serta publikasi informasi mengenai Cenderawasih.

Kampanye dimulai dengan kegiatan Dongeng Cenderawasih bersama Paman Gery dan Tim Dongeng Papua pada 24 September 2021 dengan tagline “Ko boleh beli noken, ko boleh beli sagu, tapi Cenderawasih asli? Oh, tra bisa, itu dilindungi!” Dongeng berfokus kepada cerita Cenderawasih yang dikunjungi oleh teman-teman hewan endemik Indonesia lainnya dalam perayaan PON, namun ekosistem karakter Cenderawasih terancam, sehingga temannya perlu membantu Cenderawasih menjaga rumahnya. Didukung juga oleh Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, acara dongeng dinikmati sepenuhnya oleh peserta yang tidak hanya berasal dari kalangan pelajar SD dan SMP, tapi juga dari kalangan mahasiswa.

Foto: Berbagai kegiatan dalam pelaksanaan kampanye #SaveCenderawasih

Selanjutnya, sebagai salah satu rangkaian kampanye Save Cenderawasih, dilaksanakan Instagram Live 3-episode di laman Instagram Earth Hour Indonesia dengan tema utama Main ke Timur: Nongkrong bareng Cenderawasih. Episode pertama Instagram Live berbicara mengenai ekosistem Cenderawasih dan bagaimana interaksi antara Cenderawasih dan manusia di alam liar, bersama dengan perwakilan Earth Hour Jayapura, Burung Indonesia, serta influencer Daffa Wardhana dengan subtema Alam Kita, Alam Cenderawasih. Di episode kedua dengan subtema Inspirasi Cenderawasih, diskusi melibatkan seniman asal tanah Papua, yaitu Michael Yan Devis yang karya seninya sangat erat dengan alam Papua, serta Qiiba Mansawan yang kerap membawa seruan untuk menjaga lingkungan Papua dalam rapnya. Episode terakhir dengan subtema Kita Jaga Cenderawasih, Cenderawasih Jaga Kita membahas mengenai upaya edukasi kesadartauan masyarakat tentang ekosistem Cenderawasih dan pentingnya pembahasan ini disampaikan ke masyarakat umum, yang melibatkan perwakilan dari Rumah Belajar Papua serta musisi Tuantigabelas.

Secara daring, Earth Hour Indonesia rutin mengunggah artikel singkat tentang beberapa fakta unik Burung Cenderawasih, termasuk ke dalamnya mengenai sejarah perlindungan, Cenderawasih sebagai Simbol Budaya, hingga dampak kepunahan Cenderawasih di alam. Dari unggahan daring ini, dapat dilihat antusiasme pendukung Earth Hour Indonesia terkait keberlangsungan Cenderawasih ini.


Cerita Terkini

Pendidikan Lingkungan dan Pengembangan Mata Pencaharian Berkelanjutan

Sumatera merupakan salah satu pulau yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia ini, namun telah ke...

Padi Organik, Solusi Pertanian Berkelanjutan di Pakunegara

Tanaman padi terhampar luas. Bulir-bulirnya berwarna hijau. Di beberapa tempat sudah mulai menguning. Berwarna kee...

The Baldys Berkolaborasi dengan Kampanye Nature x Youth Ajak Generasi

Yayasan WWF-Indonesia denganThe Baldys kolaborasi kampanye Nature x Youth ajak anak muda peduli keanekaragaman hay...

Get the latest conservation news with email