Kembali

© WWF-Indonesia

Pertemuan perdana volunteer Panda Mobile 2020/2021



Jumpa Panda Mobile Perdana di Udara!

Posted on 12 October 2020
Author by Bernadetta Nurani P. D.

“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Panda Mobile WWF-Indonesia”, sapa Kak Hanna sebagai salah satu koordinator Panda Mobile membuka perbincangan kami di grup Whatsapp. Seluruh anggota dalam grup saling membalas dengan ramah dilanjutkan perkenalan diri secara singkat. Tak sampai disitu, perbincangan kami di grup berlanjut ke pertemuan virtual melalui Zoom. Jauh sebelum hari H, link sebagai undangan pertemuan telah disebar untuk memastikan kehadiran dari kami para volunteer baru.

Jumat, 14 Agustus 2020 tepat pukul 15.30 WIB. Di penghujung hari menjelang long weekend, para volunteer Panda Mobile 2020/2021 dipertemukan. Mempersiapkan diri dengan jaringan internet dan posisi terbaik di depan layar komputer untuk dua jam ke depan perlu dilakukan. Tidak seperti pertemuan tahun-tahun sebelumnya di kantor WWF-Indonesia lengkap dengan foto bersama di depan truk Panda Mobile seusai acara, kali ini pertemuan dilakukan secara virtual demi keamanan dan kesehatan bersama. Memasuki era new normal di tengah pandemi COVID-19, senang dan bangga saya bisa tergabung dalam tim yang tetap semangat dan terus berinovasi dalam menyuarakan pesan konservasi.

Pertemuan diikuti oleh 27 volunteer baru, 3 orang koordinator, dan beberapa volunteer Panda Mobile dari berbagai angkatan. Materi yang disampaikan mencakup dua hal yaitu perkenalan WWF dan simulasi Panda Mobile Virtual Class. Semua materi dibalut dengan satu pesan penting yaitu konservasi. Pesan konservasi ini akan menjadi kunci pendidikan dalam program Panda Mobile dan semangat para volunteer-nya dalam berkontribusi baik secara langsung ataupun secara virtual. 

Kak Sani Firmansyah memulai dengan memperkenalkan World Wild Fund for Nature (WWF). Sebuah fakta menarik disampaikan tentang opini yang berkembang di masyarakat terkait WWF adalah smackdown. Keduanya jelas berbeda dan melalui Panda Mobile inilah kita dapat meluruskan hal itu. Sebagai organisasi non pemerintah, WWF yang berdiri sejak 1 September 1961 bekerja untuk mengonservasi hewan dan habitatnya. Hewan panda menjadi logo WWF sejak berdirinya hingga sekarang karena berbagai alasan. Di samping lucu dan menggemaskan, karena warna tubuhnya hanya hitam dan putih biaya cetak logo bisa jadi lebih hemat. 

Lanjut membahas program Panda Mobile bersama Kak Hanna Astaranti. Dimulai dari mengenal truk Panda Mobile yang multifungsi dan kegiatannya untuk kawasan Jabodetabek, sampai Panda Mobile Virtual Class yang menjadi alternatif kegiatan di tengah pandemi. Kegiatan yang dilakukan secara luring sangat beragam, seperti water lab activity, menonton film edukasi, permainan informatif, membaca buku, mendongeng, sampai mendaur ulang dengan mengusung satu satwa yang dilindungi sebagai tema. Tidak bisa dipungkiri untuk saat ini, kami sebagai volunteer baru belum bisa merasakannya secara langsung. Doa terbaik tentunya agar dapat terealisasi dalam waktu dekat. 

Tidak kalah penting yaitu aturan main sebagai volunteer. Kak Resti Octaviani menjelaskan modul berisi rincian kegiatan serta Do’s and Don’ts terutama saat kegiatan luring. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri ketika kami yang akan membawa pesan konservasi apabila tidak turut menerapkan dalam praktik sehari-hari, ibarat gajah diblangkoni (iso kojah ra iso nglakoni: bisa khotbah tapi tidak bisa melaksanakan). Menyiapkan diri dengan materi dan membawa botol minum pribadi jadi hal yang perlu diingat. Makin komplit ditambah dengan passion dan kemauan untuk mengeksplor pengetahuan baru. 

Sampai pada materi simulasi. Bertindak sebagai peserta kami diajak berinteraksi dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh simulator, seperti menebak enam satwa payung dari suaranya pada materi Biodiversity in Indonesia. Sebelum berakhir, kami juga diajak untuk virtual tour ke Rimbang Baling di Riau yang menjadi salah satu lokasi kerja WWF-Indonesia. Menarik! Ini jadi pengalaman sekaligus pengetahuan baru bagi saya. Hari itu rasanya dua jam dengan banyaknya materi yang disampaikan tidak terasa membosankan. 

Seperti panda yang merangkak hingga menjadi gemuk dan besar seiring bertambahnya usia, begitu pula diharapkan semakin besar dan giatnya kegiatan konservasi dilakukan oleh WWF. Sekalipun kondisi saat ini hanya memungkinkan pertemuan sebatas antar layar komputer, melalui Panda Mobile saya belajar untuk tidak menjadikan itu sebagai penghalang mengedukasi semakin banyak orang. Jadi, tidak masalah mau itu lewat darat maupun udara. Untuk sekarang, sampai jumpa lagi di udara (online)!


Cerita Terkini

Aksi Nyata Hari Sungai Nasional dengan Kegiatan Mulung Ciliwung

WWF-Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik di Sungai Ciliwung. Kegiatan Mulung Ciliwung kemba...

Teknik Penanganan Mamalia Laut Terdampar

SURABAYA, 22 Oktober 2021 – Bertempat di Hotel Singgasana, Dukuh Pakis, Surabaya, Fakultas Kedokteran Hewan Univ...

Rehabilitasi Mangrove dan Penguatan Jejaring Komunitas

Pada Februari 2020, Program Akuakultur WWF-Indonesia melakukan rangkaian kegiatan rehabilitasi mangrove di pesisir...

Get the latest conservation news with email