Kembali

© Administrator

Administrator



Gerakan Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Di Kabupaten Manggarai Barat

Posted by Anastasia Joanita on 01 July 2019
Author by Kusnanto

Ancaman sampah khususnya plastik ini perlu ditanggulangi secara strategis dan melibatkan semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Pertama, karena sampah umumnya berasal dari sisa aktifitas pembangunan dan pengembangan, termasuk pariwisata. Bahkan, titik sampah terbanyak dijumpai di ruang-ruang publik seperti pelabuhan, pasar, sekolah, dan perkantoran. Studi yang dilakukan oleh WWF-Indonesia pada tahun 2017 memperkirakan terdapat 112,4 m3/hari atau sekitar 12,8 ton/hari sampah yang dihasilkan di Labuan Bajo dan di Taman Nasional Komodo terdapat 12,18 m3/hari atau sekitar 0,65 ton/hari.

Dalam kegiatan ini yang diinisiasi bersama oleh komunitas di Labuan Bajo yang peduli tentang kelestarian lingkungan dan Polres Manggarai Barat melakukan aksi bersih pantai Labuan Bajo, tepatnya di pantai Gorontalo yang juga sebagai tempat event tinju international.

Inisiator Kegiatan kali ini dilakukan oleh komunitas pegiat lingkungan, diantaranya WWF Indonesia, Trash Hero Komodo, Trash Hero Ruteng, Trash Hero Nanganae, DOCK (Dive Operator Comunity of  Komodo), P2LB (Pemuda Pemudi Labuan Bajo), Bhineka Muda, P3Kom (Persatuan penyelam Profesional Komodo), Pelita  (Pemuda Lintas Agama) Manggarai Barat, KFL (Komunitas Fotografi Labuanbajo), P2L (Perempuan Peduli Lingkungan, Anak Labuan Bajo Peduli, KSU Sampah Komodo dan LPK2L. Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Bupati Manggarai Barat. “Saya berterimakasih kepada kelompok-kelompok pegiat lingkungan yang ada di manggarai barat, yang mengimplementasikan dengan kerja, ada banyak pilar-pilar kepariwisataan (adat, budaya, dll) jika daerah itu memiliki permasalahan pengelolaan sampah maka semua aset yang ada, maka tidak ada gunanya” Kata Bapak Bupati. Lanjut pemaparan beliau“ Kota labuan bajo sekarang sudah disorot oleh banyak pihak, baik dari  pihak dari  domestik maupun mancanegara, maka jika kondisi sampah yang ada dilabuan bajo khususnya, akan mengganggu kelestarian alam oleh karena itu kita semua yang harus menjaganya” lanjut Bapak Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Pak Kapolres juga memberikan sambutan dan memberikan semangat kepada para peserta, “untuk memerangi sampah khususnya sampah plastik perlu adanya sinergitas dari berbagai sektor. Melestarikan alam adalah tugas kita semua, jumlah sampah yang kita hasilkan harus dikurangi, dan dalam memperingati World Ocean Day (WOD) kita diingatkan kembali akan bahaya sampah yang bisa mengancam kita kapan saja terutama sampah plastik. Kita harus mengingatkan kepada pihak yang masih membuang sampah sembarangan. Menang tidak mudah tapi bukan tidak bisa” tutur Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono S.IK., M.Si. “kemudian kami juga mengusulkan jika ada yang membuang sampah sembarangan, maka bisa ada sanksinya , kami siap terlibat dalam proses penindakan penegakan hukum tersebut, sehingga ada efek jera” lanjut Kapolres Manggarai Barat.

Aksi coastal clean up WOD 2019 yang melibatkan lebih dari 335 Peserta. telah mengumpulkan klasifikasi sampah umum (general waste) seberat : 469,5 Kg dan sampah yang bisa didaur ulang seberat 155 Kg. Untuk sampah yang bisa disaur ulang dikelola oleh KSU Sampah Komodo. Peserta terdiri dari OPD Manggarai Barat, Instansi Vertikal, Pelaku Wisata/Operator/Hotel, Asosiasi-Asosiasi, Mahasiswa, serta Komunitas pegiat lingkungan dan Mayarakat Labuan Bajo.

Dalam rangka memperingati World Ocean Day (WOD), Kami pegiat lingkungan di Kota labuan bajo juga siap mendukung pemerintah untuk pengelolaan sampah serta Edukasi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, baik itu di kantor-kantor, sekolah, dan sebagainya, serta mendorong implementasu regulasi kebijakan terkait masalah sampah plastik.

Ucapan terimakasih juga kami ucapkan kepada para pihak sponsor/donatur, yaitu: Ahoy. Red Whale, Dive Komodo, Uber Scuba, Siloam Hospital, Jayakarta Hotel, Flores Diving Centre, Baccala, Atlantis, i Dive Komodo, Wanshan, So Bajo, Toko Simpan, Angkringan, Artomoro, Wae Molas, Cajoma, Coral Guardian, Denny’s Mart, dan Luwansa Hotel.


Cerita Terkini

Penyu Lekang Nan Malang

(12/4) Seperti malam-malam sebelumnya, tim enumerator WWF-Indonesia turun ke pantai peneluran penyu untuk melakuka...

Menjaga Keberlanjutan Perikanan Sidat di Indonesia

Oleh: Faridz Rizal Fachri (Capture Fisheries Officer, WWF-Indonesia)Baca Sebelumnya: Melacak Asal Usul Benih ...

Keterbatasan Fisik Bukan Halangan dalam Menjaga Laut

Rasanya tidak ada manusia di dunia ini yang ingin terlahir tidak sempurna. Semua orang berharap dilahirkan dengan ...

Get the latest conservation news with email