Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

 



Foto Pilihan: Mei 2022

Posted on 31 May 2022
Author by Yayasan WWF Indonesia

Kelimpahan Ikan Pulau Lapang dan Batang

Perairan Pulau Lapang dan Batang di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan Laut Sekitarnya di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu tempat pemijahan ikan-ikan karang.

Harimurti Asih Bimantara mengabadikan gerombolan jenis ikan fusilier yang berenang di area tutupan terumbu karang, pada April 2021 saat tengah mengikuti kegiatan Pemantauan Kesehatan Ekosistem Terumbu Karang (Reef Health Monitoring) di KKD SAP Selat Pantar dan Laut Sekitarnya.

Perairan Selat Pantar dan sekitarnya, dikenal sebagai kawasan dengan potensi perikanan yang melimpah. Masyarakat adat rumpun Baranusa yang menjadi penduduk asli di sekitar perairan Lapang dan Batang, telah memanfaatkan sumber daya perikanan secara berkelanjutan sejak ratusan tahun lalu, melalui skema buka tutup (Open Close System) yang disebut sebagai “Mulung”. Hading Mulung sebutan untuk masa penutupan sebagian kawasan laut dan larangan penangkapan ikan, sementara Hoba Mulung adalah istilah saat kawasan laut kembali dibuka dan memperbolehkan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada di dalamnya.


Tengkawang Hutan Tumbang Habangoi

Upie, tokoh adat di Desa Tumbang Habangoi, berpose di bawah pohon Tengkawang yang tumbuh menjulang tinggi di tengah-tengah hutan di Tumbang Habangoi, di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Melansir Wikipedia, Tengkawang adalah nama buah dan pohon dari jenis Shorea dari famili Dipterocarpaceae. Merupakan tanaman khas iklim tropika basah, dengan buah yang bisa diekstrak untuk menghasilkan minyak nabati bernilai ekonomi tinggi. Tengkawang merupakan salah satu tumbuhan endemik Pulau Kalimantan, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai illipe nut atau Borneo tallow nut.

Foto ini diabadikan oleh Fenky Wirada pada tanggal 30 April 2022, saat kegiatan kunjungan dan diskusi tim Yayasan WWF Indonesia bersama masyarakat Desa Tumbang Habangoi membahas pengelolaan berkelanjutan sumber daya alam dan sumber air bersih dari ekosistem sekitar hutan Habangoi.

Hutan Tumbang Habangoi adalah sebuah contoh ekosistem hutan primer yang memiliki tingkat keragaman hayati yang masih murni dan terjaga, ditandai dengan dapat ditemukannya tumbuhan dengan jenis dan ukuran yang beragam. Selain memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat yang tinggal di sekitar desa, pohon tengkawang tersebut yang mencapai diameter 1,7 meter dan tinggi hingga 40 meter, memiliki peran yang sangat penting sebagai penyerap emisi karbon.

Masyarakat adat Dayak Ot Danum yang menghuni Desa Tumbang Habangoi hidup bergantung pada sumber daya alam yang disediakan hutan, sebagai sumber mata pencaharian, sumber makanan dan juga obat-obatan.


Rumput Laut Pulau Kangge

Dua orang perempuan warga Desa Marisa di Pulau Kangge, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah memilah dan membersihkan hasil panen rumput laut sebelum dikeringkan. Sebagian besar masyarakat Pulau Kangge yang terletak di Kecamatan Pantar Barat Laut, bermata pencaharian sebagai pembudidaya rumput laut.

Ada dua jenis rumput laut yang dibudidayakan di Desa Marisa, yaitu jenis Sacol (Kappaphycus striatum) dan Kotoni (Kappaphycus alvarezii). Umumnya proses penanaman hingga pemanenan rumput laut memakan waktu satu setengah hingga dua bulan.

Foto ini diambil oleh Daniel E Leatemia saat Yayasan WWF Indonesia bersama Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Alor, dan Dinas Perikanan Kabupaten Alor melakukan kajian daya dukung (carrying capacity) perairan bagi pengembangan budidaya rumput laut, studi pendahuluan kajian nutrient cycle rumput laut dan pengambilan data kualitatif untuk rekomendasi rencana pengelolaan perikanan tangkap di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan Laut Sekitarnya.


Cerita Terkini

Getting to Know Energy Resources with Panda Mobile

On Saturday (12/12), Panda Mobile opened a virtual class "Find Out About Energy, Come on!" for the public. This ac...

Peran Aktor Non-Negara dalam Menghadapi Perubahan Iklim di Indonesia

Perubahan iklim merupakan isu global yang dampaknya telah menjadi perhatian seluruh dunia. Terjadinya perubahan ik...

Komitmen Bersama dalam Pengelolaan Konservasi Perairan Daerah

Pontianak (27/3) - Penandatanganan Deklarasi Kelautan Kalimantan Barat di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)...

Get the latest conservation news with email