Kembali

© WWF-Indonesia/Karina Lestiarsi

Konferensi pers Festival Panen Raya Nusantara 2019.



PRESS RELEASE

Festival PARARA 2019 Dorong Konsumsi Pangan Lokal

Posted by Nur Arinta on 29 November 2019
Author by Konsorsium PARARA

Jakarta, 29 November 2019 – Sebanyak 85 lebih komunitas lokal dari seluruh nusantara akan hadir di Festival Panen Raya Nusantara (PARARA), yang akan digelar pada 6-8 Desember 2019,  di Atrium Plaza Semanggi Jakarta Selatan. Berbagai produk pangan bijak yang lokal, hijau, sehat, adil dan lestari, hasil kerajinan berbasis non kayu serta produk lokal lainnya akan menjadi tajuk utama festival.

Festival PARARA merupakan agenda dua tahunan yang digagas oleh Konsorsium PARARA. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada 2015 untuk mempromosikan dan menampilkan produk-produk kewirausahaan dari berbagai komunitas dan masyarakat adat. Produk-produk tersebut merupakan hasil upaya komunitas untuk mendukung kehidupan dan meningkatkan kesejahteraannya, dengan memperhatikan keseimbangan antara alam dan manusia, dan berasal dari tradisi kearifan dan budaya komunitas tersebut.

‘Jaga Tradisi, Rawat Bumi’ adalah tema yang diangkat tahun ini dengan tujuan menunjukkan bahwa kearifan leluhur bangsa Indonesia sudah terbukti  berhasil dalam memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan mempertahankan alam sebagai bagian dari kehidupan komunitas dan bumi. Leluhur bangsa Indonesia dan komunitas adat sampai sekarang mengambil sumber daya alam dengan memperhatikan keseimbangan dengan alam dan daya dukungnya agar SDA tersebut tetap ada dan bisa dinikmati oleh generasi di masa depan. Komunitas juga secara kolektif melakukan pengawasan akan kelestarian alam. Melalui PARARA, kita diajak untuk kembali mempraktikkan, menjaga tradisi, serta merawat Bumi untuk kelestarian sumber daya alam dan kesejahteraan.

Ketua Konsorsium PARARA Jusupta Tarigan mengatakan, “Festival PARARA 2019 secara khusus mendorong perubahan yang sangat diperlukan  dalam pola produksi, konsumsi, dan distribusi komoditas, khususnya produk pangan. PARARA merupakan bagian dari kampanye Pangan Bijak yaitu  sebuah gerakan yang secara konsisten dan terstruktur dalam promosi dan kampanye pangan lokal, sehat, adil, dan lestari. Sistem pertanian lokal yang dikembangkan oleh masyarakat adat dan masyarakat lokal, berdasarkan kearifan lokal, praktik terbaik, dan pasokan benih tradisional, telah mampu memastikan ketahanan pangan dan mampu menjaga kesuburan tanah serta menjaga kelestarian keragaman sumber pangan. Kita semua dapat mendukung sistem pangan bijak mulai dari diri sendiri, keluarga, komunitas dengan memilih pangan yang lokal, sehat, adil hijau dan lestari serta mendukung menu lokal dan ‘cuisine’ tradisional, dan belanja produk langsung dari komunitas.”

“Secara kualitas, produk lokal memiliki nilai dan potensi pasar yang mendunia. Selain kekayaan ragam produk pangan, Indonesia juga kaya akan  potensi kerajinan kain tenun. Tenun tidak hanya menjadi warisan budaya, namun juga potensi wirausaha yang memiliki pasar di dalam dan juga luar  negeri. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian kita untuk menjaga dan melestarikan produk-produk lokal Indonesia dan sekaligus komunitas produsen dan kearifan lokalnya,” ujar Jusupta Tarigan.

Selain Festival, PARARA diharapkan menjadi platform untuk mendukung integrasi antara komunitas lokal, pasar dan juga kebijakan-kebijakan yang  mengatur industri kreatif dan lokal. Sinergi lintas pelaku dengan kondisi yang memungkinkan untuk ekonomi yang lebih memihak pada komunitas demi kesejahteraan dan keadilan.

Selain pameran produk kreatif, PARARA 2019 juga menghadirkan sesi talkshow dan pelatihan yang mengangkat topik-topik menarik seputar pangan  dan kesehatan, industri kreatif berbasis non kayu dan workshop craft. Ada juga jamuan PARARA dimana pengunjung dapat menikmati menu-menu enak yang diolah dari bahan pangan lokal. Bagi pencinta kopi dan dunia barista, ada sesi cupping dan ngopi PARARA. Festival ini juga memberikan ruang kepada anak-anak dan keluarga, pertunjukan kesenian tradisional masyarakat Kulawi, Sulawesi Tengah, Stand Up Comedy dan workshop Jurnalis Cilik yang dapat diikuti oleh anak-anak. Sementara sesi hiburan akan dimeriahkan oleh Benedicanta Singers, Senandung Orquestra serta pertunjukan seni tradisi lainnya.

- SELESAI -

Catatan Editor:

Festival Panen Raya Nusantara diselenggarakan oleh Konsorsium PARARA yang terdiri dari NTFP-EP Indonesia,WWF-Indonesia, Wahana  Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), ASPPUK, JKTI, KEHATI, GEF SGP, Kemitraan, RECOFTC, Koperasi Produsen AMAN Mandiri (KPAM), Aliansi  Organis Indonesia  (AOI), Samdhana Institute, Jaringan Madu Hutan Nusantara (JMHI), Jasa Menenun Mandiri Sintang, Yayasan Riak Bumi-Pontianak,  Yayasan Dian Tama-Pontianak, Perkumpulan Indonesia Berseru (PIB), Rumah Organik, Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM), WARSI Jambi, Yayasan Anak Dusun Papua  (YADUPA) Jayapura, Yayasan Mitra Insani (YMI) Riau, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Lampung,  Yayasan Palung, KIARA, Yayasan Petak Danum, Yayasan Penabulu, Yayasan Tropenbos Indonesia (TI), Rimbawan Muda Indonesia (RMI).

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Sarah, Media Relation PARARA 2019 | Telepon: +62 822 9946 7886


Cerita Terkini

Pentingnya Areal Konservasi Kelola Masyarakat Bagi Masyarakat Adat

Alam dan konservasi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua. Persoalan pengelolaan wilayah adat d...

Signing Blue: Agar Wisata Bahari Menjaga Laut Lestari

Oleh: Luh Putu Sugiari & Wahyu Ardianta (Pewarta Warga, BaleBengong)Pagi itu, Pantai Tanjung Benoa di kawasan...

The Last Long Earlobes

By: Ari Wibowo, Community Organizer in Kutai Barat, East Kalimantan, WWF-IndonesiaEditor: Arum Kinasih, WWF HoB C...

Get the latest conservation news with email