Kembali

© WWF-Indonesia/Dissy Ekapramudita

.



Environmental and Social Management Framework

Posted by Nur Arinta on 06 December 2019

Environmental and Social Management Framework (ESMF) dipersiapkan untuk mengidentifikasi, menghindari, mengurangi, dan memitigasi risiko dampak sosial dan lingkungan yang mungkin muncul akibat pelaksanaan program Pelestarian Habitat Prioritas di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Sumatera. Dokumen ini dibangun sesuai dengan Pedoman Performance Standards untuk Environmental, Health, and Safety dari IFC dan sesuai dengan hukum serta peraturan yang berlaku di Indonesia. Setiap kegiatan yang didanai oleh Program ini akan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. 

Selanjutnya, ESMF juga menetapkan persyaratan dan langkah-langkah untuk memitigasi dampak negatif akibat program serta langkah untuk menangani dan merespon keluhan yang muncul akibat pelaksanaan program. Untuk memastikan program ini dilaksanakan sejalan dengan panduan ESMF, program juga akan membangun mekanisme pemantauan dan pelaporan yang bisa diakses oleh seluruh pihak yang mungkin terdampak.

__________________________________________________________________________________________

Environmental and Social Management Framework for Bukit Barisan Selatan National Park

The Environmental and Social Management Framework (ESMF) is prepared to identify, avoid, reduce and mitigate the risks of social and environmental impacts that may arise from the implementation of the Conserving Priority Habitat in Bukit Barisan Selatan National Park, Sumatra. This document was developed in accordance with IFC's Environmental, Health, and Safety Performance Standards and with Indonesian laws and regulations. Activities funded by this Program will be conducted in accordance with the sustainable development principles that consider environmental, social, cultural and economic aspects.

Furthermore, the ESMF also establishes requirements and steps to mitigate the negative impacts of the program as well as steps to deal with and respond to complaints that may arise as a result of program implementation. To ensure the program is implemented in line with ESMF guidelines, the program will also establish a monitoring and reporting mechanism that can be accessed by all parties that may be affected.


Cerita Terkini

Indonesia Says No to Illegal Wildlife Trade, Securing National Food Su

Jakarta, November 5th, 2018. As a signatory country that adopts Convention on International Trade in Endangered S...

Youth Summer Camp 2019: Wadah Bagi Generasi Muda Peduli Lingkungan

Pada tanggal 21 - 23 Juni 2019, Komunitas Marine Buddies mengadakan Youth Summer Camp 2019 di Bali. Kegiatan ini d...

Lokakarya Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan untuk Pengembangan S

Oleh: I Made Dharmajaya / MPA Coordinator Alor-Flotim Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tengga...

Get the latest conservation news with email