Kembali

© WWF-Indonesia

.



PRESS RELEASE

Earth Hour 2020: Bersolidaritas Manusia dan Bumi di Tengah Pandemi Covid-19

Posted by Nur Arinta on 27 March 2020

  • Untuk memastikan keselamatan publik dan menjaga semangat solidaritas saat krisis kesehatan Covid-19, peringatan Earth Hour 2020 dilaksanakan secara virtual dalam jaringan
  • Pemerintah, masyarakat, dan figur publik bersatu memberikan dukungannya untuk alam dan manusia melalui https://www.earthhour.org/voice 

Jakarta, 27 Maret 2020 – Dimulai melalui gerakan yang disimbolkan dengan pemadaman lampu atau dikenal dengan “switch-off” pada tahun 2007, Kampanye Global Earth Hour (“Earth Hour”) telah berkembang menjadi salah satu gerakan akar rumput terbesar di dunia. Tiap tahun, dalam rangka menyambut Hari Bumi di bulan April, Earth Hour di akhir Maret digaungkan untuk mengangkat suara dan komitmen individu, pemerintah, pebisnis, dan organisasi mengenai isu-isu lingkungan.

Yayasan WWF Indonesia pertama kali menggelar Earth Hour pada tahun 2009 dengan kegiatan utama mengajak peran serta masyarakat untuk mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama satu jam di rumah hingga ikon-ikon kota. Tahun 2020 ini, di tengah perjuangan melawan krisis kesehatan akibat wabah virus Covid-19, Indonesia bersama lebih dari 180 negara lainnya tetap melaksanakan peringatan Earth Hour dengan mengadakan ragam kegiatan virtual dalam jaringan (daring/online) bertajuk “Earth Hour di Rumah”. Pada kesempatan kali ini, peringatan Earth Hour yang dilaksanakan serentak di 33 kota di Indonesia akan dilakukan melalui aplikasi Instagram (Instagram Live) di akun @ehindonesia pada Sabtu, 28 Maret 2020 pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat. 

Kondisi alam yang terus terdegradasi saat ini menuju pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hal ini mendorong kampanye Earth Hour 2020 berfokus pada pentingnya menekan laju penurunan keanekaragaman hayati demi kesehatan bumi dan kesejahteraan mahluk hidup di dalamnya. Terlebih karena tahun ini akan ada setidaknya tiga pertemuan tingkat global membahas alam dan lingkungan yang akan mempengaruhi para pemimpin dunia dalam mengambil keputusan dan langkah penting untuk keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Selaras dengan hal tersebut, tidak hanya melakukan kegiatan switch-off, Earth Hour tahun ini memfasilitasi masyarakat untuk menyuarakan harapan dan komitmennya melalui pengumpulan suara online di https://www.wwf.id/voice-planet berjudul “Voice for the Planet”. Tiap individu dapat memilih satu atau lebih isu-isu lingkungan yang menurutnya sangat mendesak yaitu sampah plastik; transportasi dan energi; satwa liar dan hutan; serta air dan pangan. Suara masyarakat yang terhimpun diharapkan dapat menjadi basis dan fokus kerja bagi pemimpin negara dan pembuat keputusan, pemimpin perusahaan, lembaga, serta organisasi dalam merespon berbagai isu lingkungan.

“Kami sangat prihatin dan berduka dengan adanya wabah virus corona di dunia dan di Indonesia. Selain terus berjuang bersama tenaga kesehatan untuk melawan Covid-19 ini, kita juga wajib memaknai musibah ini sebagai pengingat bahwa ketidakseimbangan dan kesehatan bumi kita sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan. Tempat tinggal kita ini hanya satu, kita harus serius menyelamatkannya. Melalui partisipasi masyarakat di kegiatan Earth Hour ini, serta peran serta individu melalui platform “Voice for the Planet”, berarti kita sudah membantu pemimpin negara dan dunia untuk dapat menghasilkan keputusan yang mendukung perbaikan kesehatan dan pelestarian bumi serta mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh mahluk hidup,” ujar Acting CEO WWF-Indonesia, Lukas Adhyakso.

Relawan Komunitas Earth Hour Indonesia Renny Widyanti mengatakan, “Earth Hour bagi saya berlaku setiap jam, setiap hari, sepanjang tahun. Tekad bersatu untuk melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia dan merawat planet Bumi belum pernah sebesar saat ini. Kita harus menjaga momentum ini dan kami anak muda berusaha untuk berkontribusi nyata. Namun, penyebaran virus Covid-19 memaksa kita untuk menghindari pertemuan publik secara massif dan terbuka, sehingga mari berkumpul secara virtual untuk Earth Hour sambil memperbarui komitmen kita untuk planet Bumi tempat tinggal kita".

“Kita harus saling menjaga rumah satu-satunya yang kita miliki. Mari bergabung bersama saya dan jutaan orang di seluruh dunia untuk menjadikan Earth Hour ini sebagai momen solidaritas kita. Mari angkat suara kolektif kita untuk memastikan masa depan bumi yang lebih bersih, sehat, aman, adil hijau, lestari dan berkelanjutan," pungkasnya.

- SELESAI- 

Catatan untuk Editor:

Kunjungi earthhour.wwf.id untuk mencari tahu kegiatan Earth Hour di Indonesia. Jadilah bagian dari sejarah dengan memberikan suara anda dalam platform Voice for the Planet. Sekarang adalah waktunya bagi kita untuk menentukan masa depan yang sehat, berkelanjutan dan lebih adil untuk semua.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

  • Karina Lestiarsi, Media Relation Specialist | [email protected], 0852-181-616-83 
  • Galih Aji Prasongko, Youth & Community Engagement Specialist | [email protected], 0856-9240-0192 


EARTH HOUR 2020 DI INDONESIA

Sejak pertama diinisiasi oleh WWF-Indonesia di Indonesia tahun 2009, pelaksanaan Earth Hour telah didukung oleh mitra di 128 kota dan digerakkan oleh 2.000 relawan aktif yang tersebar di 33 kota, serta didukung oleh 2 juta warga net melalui aktivasi digital. Sejak tahun 2014 sampai dengan 2019, WWF-Indonesia dan komunitas Earth Hour terlibat aktif dalam menginisiasi program konservasi dan telah melakukan transplantasi terumbu karang sebanyak 1.460 pada 5 titik lokasi di Bali dan pembibitan serta penanaman mangrove sebanyak 13.110 bibit di 6 wilayah yaitu: Bali, Surabaya, Balikpapan, Aceh, Tangerang, dan Serang.

Pada pelaksaan Earth Hour 2020 di Indonesia, WWF-Indonesia dan Komunitas Earth Hour di 33 kota akan berfokus pada empat isu utama, yaitu membangun kolaborasi untuk kampanye mengurangi sampah plastik di lautan, mempromosikan kampanye hemat energi serta energi baru terbarukan, menginisiasi komitmen anak muda untuk program pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan, serta menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati dan anti perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi di seluruh Indonesia.


Cerita Terkini

Menyusun "Puzzle" Perikanan Sidat yang Berkelanjutan di Indonesia

Semakin meningkatnya permintaan produk perikanan yang jelas asal usulnya, ramah lingkungan dan dapat dipertanggung...

Lawan Isu Boikot Global, WWF Dorong Produsen dan Retailer Berkomitmen

Jakarta, 17 Januari 2020 – Bagi Indonesia, kelapa sawit merupakan komoditi kunci yang banyak berkontribusi ...

Penny

Indonesia adalah rumah bagi enam dari tujuh spesies penyu di dunia, karena memberikan tempat yang penting untuk b...

Get the latest conservation news with email