Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

Training of Trainers diadakan secara daring dan diikuti oleh generasi muda dari seluruh Indonesia.



Cerita Diana Bersiap Menjadi Pengajar Muda

Posted on 31 May 2021
Author by Diana Cillon (Volunteer Earth Hour Palopo)

Training of Traners (ToT) adalah sebuah program yang diusung yayasan WWF Indonesia untuk menciptakan fasilitator-fasilitator muda dan handal dalam mengampanyekan pelestarian lingkungan hidup.

Saya Diana, volunteer komunitas Earth Hour Palopo yang berkesempatan mengikuti dan mendapatkan pengetahuan dari ToT untuk menjadi pengajar pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan yang diselenggarakan selama satu bulan ini. Dengan adanya ToT, kami sebagai anak muda yang diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut merasa sangat terbantu. Pemberian materi dan pelatihan-pelatihan tersebut mengharuskan kami berpikir cepat dalam menyelesaikan contoh kasus, memberi solusi maupun berpendapat.

Ada banyak materi yang kami dapatkan dalam pelatihan ini, di antaranya: minggu pertama, mengenal kekuatan/keunikan diri, mengenal gaya belajar, metode belajar yang efektif di masa covid, keanekaragaman hayati, dan alasan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan identitas kebanggaan sosial-budaya kita, dan yang terakhir adalah teknik dan keterampilan mendengar aktif dan bertanya dengan efektif. Pada minggu kedua, kami dilatih untuk membuat konsep perencanaan belajar. Meskipun pada sesi ini kami cukup kebingungan dalam membuat konsep tersebut, namun sedikit demi sedikit kami paham dengan adanya bantuan dari para fasilitator yang ramah.

Materi yang menarik dan baru kami temui pada minggu ketiga yaitu Teknik ORID, yang merupakan kepanjangan dari Objective, Reflective, Interpretive, dan Decisional. Teknik ini merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam merancang sebuah metode pendidikan. Nah di sesi tersebut kami dilatih kembali untuk membuat pertanyaan yang sesuai dengan Teknik ORID. Pada sesi ini bisa dikatakan susah susah gampang. Namun di sesi ini juga semuanya sangat menyenangkan karena dibarengi dengan break-out room berpasangan yang mengharuskan kedua orang tersebut memberikan pendapat dan tentunya dapat teman baru. Pada minggu keempat kegiatan yang dilaksanakan yaitu klinik fasilitasi dan demo kelompok terpilih. Sesi ini sangat seru dan menyenangkan karena kebetulan kelompok kami bertugas sebagai peserta didik. Kemudian kelompok 2 yang menjadi fasilitator. Dari demo kelompok 2 ini, kami dari kelompok 12 banyak mengambil pelajaran dan pengalaman dalam menyajikan materi untuk siswa Sekolah Dasar. 

Kami berharap semoga kegiatan ToT ini selalu ada di tahun-tahun berikutnya sehingga regenerasi fasilitator juga tetap ada, sehingga pengajar dalam bidang pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dapat terus ada dan dapat membawa harapan serta masa depan baik bagi Bumi.


Cerita Terkini

Optimalkan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Papua Barat Melalui RZWP

Oleh: Siti Yasmina Enita / Communication Officer SEA Project Manokwari, Papua Barat – Pada tanggal 13-14 No...

Melacak Asal Usul Benih Ikan Sidat dari Sukabumi, Jawa Barat

Oleh: Faridz Rizal Fachri (Capture Fisheries Officer, WWF-Indonesia)Selepas maghrib, muara Sungai Cimandiri, Pelab...

Kolaborasi Antarkomunitas EH Ajak Publik Memahami Konservasi Tradision

Setelah melaksanakan seminar virtual pertama pada Juni 2020 yang bertema “Harmoni Alam dan Kearifan Lokal”, Ea...

Get the latest conservation news with email