Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

 



BMP Pengurangan Jejak Ekologi dalam Wisata Bahari

Posted on 27 September 2022
Author by Yayasan WWF Indonesia

Saat ini, sektor pariwisata telah dan terus berkembang pesat dan luas. Salah satu komponen penting dalam pariwisata adalah transportasi, akomodasi dan konsumsi; yang dalam perkembangannya memiliki kecenderungan untuk mengarah pada jenis pariwisata massal (mass tourism), dan semakin mendorong  “menjamurnya” hotel dan restoran, serta usaha homestay di berbagai wilayah destinasi wisata dan kota besar. Beberapa isu terkait perkembangan pariwisata massal ini kemudian menyebabkan terjadinya pola perencanaan tata ruang yang kurang sesuai, tingginya pola konsumsi energi yang tak terbarukan, meningkatnya jumlah sampah/limbah yang belum terkelola dengan baik, tingginya emisi dan jejak ekologi yang dihasilkan selama berwisata, serta kurang diapresiasinya nilai budaya setempat serta partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan usaha pariwisata.

Sementara di sisi lain, tren pariwisata yang berkembang secara global saat ini mengarah pada wisata bertanggung jawab, yaitu wisata dengan prinsip meminimalisir jejak karbon dan mampu mengelola sumber daya yang ada secara berkelanjutan. Pengusaha jasa wisata perlu dapat berkomitmen dalam meningkatkan praktik usahanya, agar dapat meminimalisir dampak ekologis pada lingkungan. Untuk itu, perlu dibuat beragam panduan dalam melakukan wisata, yang dapat membantu pelaku wisata, yaitu wisatawan, agen perjalanan dan masyarakat sendiri dalam menjalankan wisata berkelanjutan.

WWF-Indonesia bersama Ecobali Recycling, Yayasan menyusun dokumen Better Management Practices (BMP) Wisata Bahari Bertanggung Jawab, yaitu serangkaian dokumen praktik terbaik yang dapat dijadikan pedoman dalam menerapkan kegiatan wisata bahari bertanggung jawab. Dalam seri "Pengurangan Jejak Ekologis”, akan dibahas aspek langkah dan tahapan untuk dapat berkontribusi dalam perbaikan konsumsi energi, air, pengelolaan limbah cair, pengelolaan sampah dan terutama pengurangan penggunaan plastik. Selain itu, juga dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai pengutamaan pengelolaan pangan lokal dan produk perikanan bertanggung jawab. 


Cerita Terkini

Badak

Badak merupakan satwa yang terancam punah di dunia. Dua dari lima spesies badak di dunia hidup di Indonesia. Spes...

Orangutan Sumatera, Sang Satwa Pengelola Hutan

Sematan nama orangutan dalam bahasa Indonesia yang dipakai kalangan internasional merupakan kebanggaan tersendiri ...

Pernyataan Yayasan WWF Indonesia Perihal Pengakhiran Kerja Sama oleh K

Pernyataan Yayasan WWF IndonesiaPengakhiran Kerja Sama oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan KehutananKementerian ...

Get the latest conservation news with email