Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

 



BMP Daya Dukung Wisata Bahari

Posted on 27 September 2022
Author by Yayasan WWF Indonesia

Kegiatan pariwisata bahari yang telah berlangsung di berbagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dan Taman Nasional (TN) berkontribusi pada peningkatan perekonomian dan pembangunan di berbagai wilayah pesisir di Indonesia. Berkembangnya sektor ini di kalangan wisatawan mancanegara hingga wisatawan Nusantara, juga mendorong peningkatan jumlah usaha dan pengguna jasa wisata. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), telah terjadi peningkatan usaha wisata tirta/wisata bahari sebesar 90% pada tahun 2013-2018. 

Secara khusus di kawasan konservasi perairan Suaka Alam Perairan Selat Pantar dan Laut Sekitarnya, Kabupaten Alor kunjungan wisata meningkat  hingga 54% persen dari tahun 2015 menjadi 18.446 wisatawan pada 2019 . Di sisi lain, kegiatan pariwisata bahari yang kurang bertanggung jawab memiliki risiko merusak terumbu karang, maupun menyebabkan terlalu padatnya wisatawan dalam suatu destinasi wisata bahari.

Peningkatan ini perlu diimbangi dan diantisipasi melalui kajian daya dukung wisata bahari, agar kegiatan wisata bahari yang dilakukan dapat dipastikan berjalan sesuai dengan aspek keberlanjutan. Daya dukung pariwisata digunakan sebagai kerangka kerja untuk menentukan seberapa luas kegiatan wisata dapat dilakukan. Dari segi pengelola destinasi, daya dukung wisata dalam sebuah destinasi dapat ditentukan dari kemampuan menampung pengembangan wisata sebelum dampak negatif dapat dirasakan oleh komunitas dan pengelola, serta dari seberapa besar level wisatawan akan dapat berkurang karena menurunnya daya tarik.

Analisis daya dukung kawasan untuk kegiatan pariwisata alam perairan dilakukan melalui pendekatan daya dukung biofisik. Dalam hal ini berarti jumlah maksimum pengunjung yang secara fisik dapat ditampung dalam kawasan tanpa menimbulkan gangguan bagi alam dan manusia . Selain aspek jumlah pengunjung yang dapat dikelola, daya dukung pariwisata juga memungkinkan pihak pengelola kawasan untuk dapat mengatur tata ruang dan tata cara aktivitas yang bertanggung jawab. Dokumen daya dukung wisata juga dapat membantu proses pembangunan berkelanjutan dengan adanya sinergi antara elemen ekonomi, sosial, dan lingkungan, sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai proses perencanaan dan pengambilan keputusan. 


Cerita Terkini

Heaven on the Kalimantan’s Tail

The Paloh coast is not only home to four of the six turtle species found in Indonesia, it’s also home to several...

EcoEduLab: Belajar Tentang Air dan Satwa di Laboratorium Air Tawar Sub

“Halo, sobat! Selamat datang di Laboratorium Air Subayang WWF! Di sini sobat bisa mendapatkan banyak informasi m...

Nelayan Desa Seraya Marannu Suplai Komoditas Perikanan Karang Ramah Li

Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu kabupaten di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 dan 573 diperhit...

Get the latest conservation news with email