Kembali

© Administrator

Administrator



Bergerak, Kurangi dan Atasi Timbulan Sampah Plastik

Posted by Anastasia Joanita on 26 August 2019
Author by WWF-Indonesia

Seiring bertambahnya populasi penduduk, maka konsumsi berlebihan terhadap penggunaan plastik juga turut meningkat. Hal ini mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar karena bukan berasal dari senyawa biologis menjadi permasalahan yang serius yang harus segera diselesaikan. Plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable) dan membutuhkan waktu 100 – 500 tahun hingga dapat terurai dengan sempurna.

Salah satu ekosistem yang berdampak pada hal tersebut adalah ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berada di pesisir yang memberikan banyak manfaat untuk kehidupan biota laut. Selain sebagai tempat berkembang biaknya spesies laut, ekosistem mangrove juga bermanfaat sebagai pencegah abrasi atau pengikisan pantai oleh gelombang air laut. Namun, saat ini kondisi mangrove tak sekadar penjaga batas pantai dari abrasi air laut saja, timbunan sampah plastik turut bernaung bersama disekitar ekosistem tersebut.

Saat ini, pemerintah menargetkan Indonesia dapat mengurangi 70% sampah plastik di laut hingga 2025. Bali sebagai salah satu provinsi di Indonesia kini kian bergerak menjadi provinsi yang menunjukkan konsistensinya dalam pengurangan timbulan plastik sekali pakai. Upaya pencegahan terus dilakukan untuk mencegah timbulan sampah plastik yang berakhir ke lautan. Pengurangan sampah plastik tersebut dapat dilakukan seiring dengan dukungan masyarakat yang juga turut melakukan upaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Secara bersamaan, Blue Bird Group Bali sebagai perusahan transportasi turut bergerak atas kepeduliannya terhadap lingkungan, untuk menyampaikan peranananya sebagai bagian dari Signing Blue Partner WWF Indonesia terhadap  pengurangan timbunan sampah plastik. Oleh karena itu, sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta program “KBS” (Kita Bersih Sampah)” yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Terbentuklah kerjasama melalui kegiatan dengan radarbali.id (Jawa Pos Grup) sebagai inisiator untuk mengajak  seluruh  unsur  masyarakat  di  Bali  yang  memiliki  rasa  kepedulian lingkungan untuk menjaga keharmonisan alam Bali melalui kegiatan "GO CLEAN OUR RIVER (GCOR) 2019”.

Acara GCOR 2019 merupakan serangkaian acara dari 1st Anniversary radarbali.id (Jawa Pos Grup) yang dilaksanakan dalam sebuah  kegiatan  bersih  sungai  dengan  cara  mengambil,  memilah,  dan  memindah  cemaran  sampah  (khususnya  sampah  plastik),  pemasangan  jaring,  penempatan  bak  sampah  sebagai  sebuah  kampanye  kecil  untuk  harapan  yang  besar  demi  terciptanya  lingkungan  alam  Bali  (khususnya  di  area  Taman Hutan Raya Mangrove)  Jalan  Bypass Ngurah Rai, Pemogan Denpasar Selatan yang lebih baik.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada hari Minggu, 25 Agustus 2019 pukul 07.00 WITA hingga selesai. Pada rangkaian kegiatan, juga  kan  dilaksanakan  sosialisasi  diantaranya  demonstrasi  pengolahan  limbah  plastik, pengenalan  atau  pameran  hasta  karya,  serta sosialiasi  melalui  pentas  budaya  bertema  lingkungan  oleh seniman lokal Bali (Penari Topeng Sakral Sidarya) Ida Bagus Made Widiantara atau akrab disapa Gus Topeng. Tidak hanya itu saja, pemasangan 49  papan imbauan disekitar lokasi juga akan dilakukan di areal tersebut.

Pelibatan peserta kegiatan dilakukan dari berbagai unsur dalam kegiatan tersebut, seperti Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, Komunitas, Desa Pekraman/Desa Adat, Pramuka Peduli, dan masyarakat lainnya dengan harpaan menemukan solusi bersama setelah mengetahui kondisi yang terjadi disekitarnya. Selain itu,  peserta yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang ini diwajibkan untuk membawa tumbler (botol minuman) masing-masing. Kewajiban peserta untuk tidak membawa makanan atau minuman dengan kemasan plastik saat event ini, yakni juga menjadi bagian sosialisasi untuk mengurangi penggunaan single use plastik atau plastik sekali pakai.


Cerita Terkini

Hiu Paus

...

Panda Mobile dan Volunteer HSBC Ajak Masyarakat Ikut Menjaga Air Bersi

 Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan penggunaan air semakin tinggi. Kebutuhan air yang besa...

Mengunjungi “Rumah Badak”, Volunteer HSBC Wujudkan Kepedulian Terh

Pagi itu, Sabtu (23/09), sehari setelah seremoni peringatan Hari Badak Sedunia 2017, area Cilintang di kawasan Tam...

Get the latest conservation news with email