Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

.



Bergerak Bersama, Masyarakat Desa Rawa Sari Pulihkan Hutan Gambut di Jambi

Posted on 21 March 2021
Author by Nur Arinta

Desa Rawa Sari di Kecamatan Berbak, Kabupaten Jabung Timur, Jambi, adalah sebuah desa yang berbatasan sekaligus menjadi desa penyangga Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang. Hutan Londerang merupakan salah satu kawasan yang menyimpan potensi gambut penting di Jambi. Hampir seluruh wilayah dari Desa Rawa Sari juga merupakan lahan gambut. Provinsi Jambi sendiri merupakan provinsi yang memiliki lahan gambut terluas ketiga di Pulau Sumatera dengan area mencapai 736.227,20 hektar (Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, 2018).

Dilansir mongabay.co.id, hutan rawa gambut memiliki fungsi penting sebagai pengatur hidrologi untuk daerah di sekitarnya. Gambut kerap disebut sebagai spons alami yang menampung, menyerap dan menyimpan air saat musim penghujan, dan mengeluarkan air guna menjaga keseimbangan ekosistem di musim kemarau. Tak hanya itu, hutan gambut juga merupakan tipe hutan penyimpan karbon yang tinggi. Untuk itu, sangat penting bagi kita mengelola dan memanfaatkan hutan gambut secara bertanggung jawab untuk menjaga kesejahteraan manusia dan alam, serta tentunya mengurangi perubahan iklim.

Hutan gambut juga penting bagi kehidupan masyarakat, baik atas jasa-jasa ekologinya maupun untuk perekonomian. Pemerintah Desa Rawa Sari, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Cipancar dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dari Desa Rawa Sari, serta Yayasan WWF Indonesia bekerjasama melaksanakan program pembibitan dan penanaman pohon, dalam upaya pemulihan lahan gambut yang rentan atau mengalami kerusakan.

Sebanyak 4.175 bibit tanaman endemik lokal seperti Jelutung Rawa (Dyera lowii) dan Pulai Rawa (Alstonia pneumatophora) hasil upaya pembibitan masyarakat desa, ditanam di Area Penggunaan Lain (APL) seluas 5 hektar. Tak hanya itu, juga ditanam 1.500 bibit kopi liberika, 1.500 bibit pohon pinang, dan beragam pohon buah-buahan antara lain 275 bibit pohon Nangka, 275 bibit pohon rambutan, 250 bibit pohon durian, dan 4.000 bibit pohon nenas. 

Upaya pemulihan lahan dengan penanaman vegetasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekosistem gambut di lahan tersebut sebagai pengikat karbon dan meningkatkan keterhubungan ekosistem melalui pembangunan ekonomi hijau. Seluruh pohon yang ditanam diharapkan akan memberi keuntungan ekonomi bagi masyarakat Desa Rawa Sari, dan perekonomian masyarakat akan meningkat. 

Hutan adalah ekosistem penting yang menjaga kelangsungan hidup kita di Bumi, baik itu hutan hujan tropis, hutan gambut, hutan mangrove maupun jenis hutan lainnya. Selain menjadi sumber udara dan air bersih, sumber pangan dan obat-obatan, hutan berfungsi sebagai penyerap karbon dan pusat keanekaragaman hayati. Pemanfaatan hutan harus secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, agar manfaatnya bisa dirasakan saat ini maupun di masa depan. 

Sebagai konsumen yang bijak, kita pun perlu memilih produk-produk hasil hutan yang memiliki dampak minimum pada ekosistem alam. Mari pilih produk-produk ramah lingkungan, produk lokal dari masyarakat, dan dukung masyarakat Desa Rawa Sari menyelamatkan hutan dan lahan gambut untuk kesejahteraan dan keselamatan kita semua. Selamat Hari Hutan Internasional!


Cerita Terkini

Misi Baru KM Gurano Bintang bagi Pendidikan, Penelitian, dan Pelayanan

Universitas Pattimura menerima hibah kapal kayu berbobot mati 34 GT KM Gurano Bintang dari Yayasan WWF Indonesia&n...

Konsumsi Satwa Liar Global Menurun 30% Hal Ini Dianggap Berkaitan deng

Survei GlobeScan untuk WWF yang dikeluarkan 24 Mei 2021 dalam sebuah laporan berjudul, COVID-19: One Year Later:&n...

STRENGTHENING CIRCULAR ECOSYSTEM DEVELOPMENT THROUGH THE SIGNING OF TH

Jakarta, 27 May 2022 - In a collaborative effort to develop and strengthen the circular economy, the PPM Managemen...

Get the latest conservation news with email