Kembali

© WWF-Indonesia

Sekolah Alam Bekasi virtual tour ke Desa Tanjung Belit, Rimbang Baling, Sumatera



Belajar Keanekaragaman Hayati dan Menjaga Lingkungan Bersama Panda Mobile Virtual Class

Posted by Nur Arinta on 26 August 2020
Author by Nadhira Shidqia Arifin & Theresia Intan

Wabah Covid-19 tidak mengurangi semangat para volunteer Panda Mobile untuk mengedukasi masyarakat. Maka, pada Selasa, 21 Juli 2020, Panda Mobile WWF-Indonesia kembali menyebarkan pesan konservasi. Akan tetapi, aktivitas Panda Mobile kali ini harus dilakukan secara daring/online karena pandemi. Jika biasanya volunteer Panda Mobile mendatangi sekolah, kini harus menyapa peserta melalui aplikasi Zoom sehingga pola penyampaian materi pun disusun lebih interaktif. Kegiatan ini dinamakan Panda Mobile Virtual Class.

Peserta virtual class pada tanggal 21 Juli silam adalah murid-murid Sekolah Alam Bekasi. Kegiatan dibuka dengan perkenalan tentang Panda Mobile WWF-Indonesia kepada adik-adik kelas satu dan kelas dua Sekolah Alam Bekasi. Selain itu, peserta juga diberikan wawasan seputar WWF. Setelah dibuka dengan presentasi tentang Panda Mobile dan WWF, volunteer Panda Mobile melanjutkan sesi virtual class ke topik keanekaragaman hayati. Dalam pemaparan ini, peserta diperkenalkan dengan hutan tropis Indonesia. Keanekaragaman hayati di alam Indonesia menjadikan hutan tropis kita menempati posisi ketiga kategori hutan dengan flora dan fauna terbanyak. Selain itu, tim Panda Mobile juga menyampaikan pesan konservasi yaitu hutan banyak manfaat untuk keberlangsungan hidup manusia, berupa oksigen, air, juga sumber makanan. 

Materi yang disampaikan kepada murid Sekolah Alam Bekasi selanjutnya masih berkaitan dengan keanekaragaman hayati, tetapi membahas lebih dalam tentang fauna. Jenis satwa yang diperkenalkan termasuk dalam kategori spesies payung, yaitu fauna dengan daerah jelajah yang luas sehingga berdampak besar terhadap lingkungan. Dalam sesi ini, peserta diperkenankan untuk menggunakan fitur anotasi sehingga mereka dapat menggambar fauna yang sedang dibicarakan. 

Volunteer Panda Mobile mengawali materi tentang spesies payung dengan tebak-tebakan. Peserta terlihat sangat semangat menerka fauna yang sedang dibicarakan melalui gambar dan fitur chat. Keenam satwa payung: harimau sumatera, orangutan, badak jawa, hiu paus, gajah sumatera dan penyu diperkenalkan kepada peserta menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Fakta-fakta tentang enam satwa yang dilindungi WWF-Indonesia ini pun membuat peserta semakin termotivasi untuk mendalami serba-serbi dari materi ini lebih jauh. 

Melihat antusiasme peserta, volunteer Panda Mobile menyelipkan pesan bahwa keenam satwa tersebut masih dihantui ancaman, baik itu berupa bencana alam atau akibat ulah manusia. Oleh sebab itu, peserta diminta untuk turut serta menjaga dan merawat lingkungan. Selanjutnya, volunteer Panda Mobile memberikan sejumlah informasi juga mengenai cara menjaga lingkungan dari rumah. Para volunteer menegaskan bahwa langkah sesederhana apa pun bisa membantu melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia. 

Setelah penyampaian informasi tersebut, kegiatan dilanjutkan ke sesi virtual tour di Desa Tanjung Belit, Bukit Rimbang dan Bukit Baling di Pulau Sumatera. Area desa wisata yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara ini merupakan habitat harimau sumaetra yang bisa dikunjungi dengan waktu tempuh 7 – 8 jam dari Pekanbaru. Peserta diajak langsung berwisata secara virtual dimana mereka mengunjungi area desa dan bertemu anggota tim kerja pengawas harimau sumatera. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai seluk-beluk keanekaragaman hayati di Rimbang Balik, begitu pula dengan struktur alamnya. Untuk memahami peran para tim kerja dan peneliti, peserta diajak menengok Stasiun Air Subayang dan melihat langsung area kerjanya, yaitu titik pemasangan camera trap. Melalui virtual tour ini, peserta diharapkan bisa memiliki ketertarikan untuk memahami harimau sumatera dan memiliki empati terhadap lingkungannya. 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab perihal keanekaragaman hayati. Peserta diperbolehkan menuliskan pertanyaan dalam fitur chat. Pertanyaan yang muncul cukup unik dan jawabannya dijelaskan satu-persatu oleh tim Panda Mobile. Setelah sesi tanya-jawab selama beberapa menit, Marcel salah satu siswa menyampaikan pesan, “Ayo temanku kita bersama-sama menyelamatkan alam, karena nantinya alam akan menyelamatkan kita juga.”


Cerita Terkini

Setahun Berkiprah, KSU Sampah Komodo Bebaskan Labuan Bajo dari 54,8 To

Oleh: Kusnanto (Biodiversity Monitoring and Plastic Free Ocean, WWF-Indonesia) Studi Pengelolaan sampah yang...

Nelayan Pengguna Kompresor Gale-Gale Jadi Pejuang Laut

Suasana malam masih begitu gelap, masih terlalu dingin untuk beranjak, tapi tidak demikian untuk Usman Kader (39 t...

Melestarikan Bumi dengan Pangan Lokal dan Pertanian Tradisional

Budidaya tanaman dan produksi pangan untuk penduduk yang terus bertambah membuat sektor pertanian dan konsumsi pan...

Get the latest conservation news with email