Kembali

© Administrator

Administrator



BEEP - Seri Panduan Praktis Pemasangan Alat Tambat Apung (Mooring Buoy)

Posted on 11 April 2016
Author by

Luasan Terumbu karang Indonesia mencapai 75.000 km2 yaitu sekitar 12-15% dari luasan terumbu karang dunia. Dalam 50 tahun terakhir, terumbu karang di Indonesia mengalami degradasi tajam: hanya 30% dalam kondisi baik, 37% dalam kondisi sedang, sedangkan 33% sisanya rusak parah. Kerusakan tersebut pada umumnya disebabkan oleh faktor alam dan aktivitas manusia.

Pada wilayah yang memiliki intensitas aktivitas tinggi, peluang kerusakan terumbu karang menjadi jauh lebih besar dibanding sebuah wilayah dengan intensitas aktivitas kecil. Sejumlah studi kasus menunjukkan, kerusakan terumbu karang berdampak langsung pada menurunnya sumber daya sekitar dan hilangnya nilai estetika bawah laut. Padahal, hal tersebut seharusnya bisa memberikan nilai tambah ekonomi melalui jasa kepariwisataan.

Program rehabilitasi terumbu karang pun tidak serta merta mengembalikan keberadaan terumbu karang, mengingat terumbu karang membutuhkan waktu belasan tahun untuk kembali ke posisi semula dengan tingkat keragaman yang sama. Oleh karena itu, pemasangan mooring buoy menjadi salah satu solusi untuk mempertahankan ekosistem sekitar. Mooring buoy, yang terlihat praktis, telah menjadi salah satu alat bantu untuk mengurangi kerusakan terumbu karang di perairan Indonesia. Dengan tipe, desain, dan peruntukkan yang berbeda-beda, mooring buoy diharapkan menjadi program prioritas praktisi maupun pengguna perairan lainnya sehingga kerusakan terumbu karang bisa diminimalisasi.

Konsep mooring buoy sendiri bukanlah konsep yang rumit. Justru sebaliknya, pemasangan mooring buoy yang dilakukan pada lokasi yang menjadi target berlabuhnya kapal dan atau pada area perlindungan terumbu karang, efektif untuk menjadi tanda atau pembatas untuk mengurangi konflik bagi pemanfaat kawasan. Dari sisi instalasi, mooring buoy bisa dipasang, dipindahlokasikan atau dilepas sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, buku panduan ini penting untuk membantu para praktisi wisata bahari mengenai pemahaman dan panduan standar dalam proses pemasangan dan penggunaan mooring buoy, khususnya dalam kawasan taman nasioanal. Buku panduan ini disusun oleh tim WWF-Indonesia program pariwisata bahari yang bertanggung jawab (Responsible Marine Tourism Program) dengan dukungan sejumlah praktisi dan akademisi.

Unduh BEEP - Seri Panduan Praktis Pemasangan Alat Tambat Apung (Mooring Buoy) di sini


Cerita Terkini

World Café Indoor: Cara Asyik Belajar Tentang Jejak Air

Sekelompok karyawan HSBC nampak memadati stan-stan yang terdapat di HSBC Premier Lounge, Gedung WTC 1, Jakarta. Ke...

Cara Seru Mengenal Trenggiling bersama Panda Mobile dan Siswa Al-Jabr

Oleh: Suci Dwi Pangestu (Volunteer Panda Mobile)Senin (08/04), tim Panda Mobile berkunjung ke Al-Jabr Islamic Sc...

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Koto Kampar

Mungkin kita sering mendengar atau melihat berbagai pemberitaan di media sosial maupun TV tentang berbagai kasus y...

Get the latest conservation news with email