Kembali

© Administrator

Administrator



BEEP - Seri Interaksi Sosial dan Kepatuhan Terhadap Hukum dan Peraturan

Posted on 11 April 2016
Author by

Wisatawan memiliki banyak alasan untuk berwisata. Berbagai alasan di antaranya adalah ingin mendapatkan pengalaman baru, mempelajari budaya dan bahasa, atau bahkan menikmati waktu luang dengan cara berbeda. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagian besar orang memilih mengunjungi lokasi wisata yang memiliki keunikan budaya, lokasi, bahasa, dan sebagainya. Di sisi lain, daerah-daerah yang diminati ini rentan terhadap pengaruh dari luar, karenanya masyarakat  lokal  dengan  tradisinya  juga  memerlukan  perlindungan  dari  dampak  negatif pariwisata yang tak bertanggung jawab.

Wisatawan dan pelaku bisnis pariwisata merupakan tokoh kunci dalam memperkuat kebijakan kepariwisataan berkelanjutan di Indonesia. Mereka memiliki peran strategis untuk mempromosikan nilai sosial, budaya, serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal dan adat.

Oleh karena itu, panduan ini perlu digunakan sebagai pegangan dalam satu usaha untuk menekan dampak negatif dari aktivitas kepariwisataan sedini mungkin. Dengan diadopsinya praktik-praktik berdasarkan Best Environmental Equitable Practices (BEEP) ini, diharapkan dapat membantu pengembangan kepariwisataan agar berjalan secara berkelanjutan. Tak hanya itu, penerapan BEEP juga dimaksudkan untuk membantu memperkuat posisi tawar masyarakat lokal dan adat sehingga pada akhirnya mendorong sebuah gerakan pengelolaan sumber daya alam, bisnis, dan sosial yang berkelanjutan.
 
Buku panduan ini disusun oleh tim WWF-Indonesia program pariwisata bahari yang bertanggung jawab (Responsible Marine Tourism Program) dengan dukungan sejumlah praktisi dan akademisi. Mengingat banyaknya informasi mengenai praktik-praktik berinteraksi dengan  masyarakat  sosial  dan  adat,  serta  tentang  kepatuhan terhadap hukum, maka  panduan  ini  pun  bersifat  dinamis untuk  perubahan berikutnya, dan bisa dikembangkan seiring pengetahuan dan pengalaman dari pihak-pihak yang relevan.

Unduh panduannya di sini


Cerita Terkini

KUMBANG 2020: Keberagaman untuk Indonesia Berseri

Kegiatan KUMBANG (Kumpul Belajar Bareng) Nasional kembali diadakan pada tahun ini, berlokasi di The Cangkringan Re...

Orangutan Sumatera, Sang Satwa Pengelola Hutan

Sematan nama orangutan dalam bahasa Indonesia yang dipakai kalangan internasional merupakan kebanggaan tersendiri ...

Nelayan Seraya Marannu, Penangkap Ikan Karang Ramah Lingkungan dari Ma

Oleh: Muhammad G. Salim (Fisheries Program Assistant, WWF-Indonesia)Desa Seraya Marannu di Pulau Seraya Besar, Ke...

Get the latest conservation news with email