Kembali

© Yayasan WWF Indonesia

.



Api Semangat Kaum Muda Tanah Air Indonesia di KATA Indonesia

Posted on 06 December 2021
Author by KATA Indonesia

Kaum Muda Tanah Air (KATA) Indonesia merupakan suatu ruang bagi kaum muda di seluruh Indonesia dimana diperbincangkan sebuah visi bersama mengenai Indonesia Emas di tahun 2045. Diinisiasi oleh sekitar 19 komunitas dan organisasi kaum muda yang bergerak di bidang sosial dan lingkungan, KATA Indonesia diharapkan menjadi ruang nyaman dan aman (safe space) untuk berkonsolidasi, inisiasi, dan berdiskusi terkait Tanah Air Indonesia. Melalui KATA Indonesia juga diharapkan terbukanya kesempatan pemberdayaan ekonomi lestari dan pelibatan kaum muda dalam pengambilan keputusan.

Rangkaian kegiatan KATA Indonesia dimulai dari bulan Agustus dengan Konsolidasi Gerakan yang dihadiri oleh organisasi dan komunitas inisiator, disusul dengan Kontekstualisasi dan Konsultasi Kaum Muda di bulan Oktober yang menghasilkan banyak temuan terkait peran dan keterlibatan kaum muda dalam isu sosial dan lingkungan, dan puncaknya adalah Kongres Kaum Muda yang dilaksanakan pada 26-27 November. Rangkaian ini direncanakan untuk dilaksanakan setiap dua tahun sekali hingga tahun 2045 ke depan. 

Pada kegiatan Kontekstualisasi dan Konsultasi Kaum Muda di bulan Oktober lalu, kaum muda dari berbagai penjuru di Indonesia dikumpulkan untuk berdiskusi dalam panel-panel yang telah ditentukan, salah satunya adalah dengan breakout room yang dibagi menjadi tiga wilayah Indonesia, wilayah Barat, Tengah, dan Timur, mendiskusikan mengenai keresahan, aspirasi, hingga inisiatif yang telah dilakukan oleh kaum muda di daerah dengan kapasitasnya masing-masing. Diskusi dalam dua hari sangat bervariasi dan menarik, mulai dari studi kasus di daerah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia terkait isu lingkungan, salah satunya hilangnya beberapa varietas beras di Lebak, rendahnya keterlibatan pemuda dalam proses pengambilan keputusan, hingga cita-cita kaum muda terhadap Indonesia dan kaum muda di tahun 2045 mendatang.

Hasil temuan survey dan Kontekstualisasi dan Konsultasi Kaum Muda selanjutnya menjadi bahan dan temuan yang selanjutnya diperdalam dan dibahas lebih serius dalam kegiatan puncak, yaitu Kongres KATA Indonesia. Dibuka dengan diskusi mengenai peran anak muda dalam perubahan, inisiatif, panel mengenai pendidikan dan budaya daerah, dan diakhiri dengan deklarasi Kaum Muda Tanah Air Indonesia. Kekhawatiran, keluhan, hingga aspirasi kaum muda yang terlibat dalam diskusi juga kemudian disampaikan kepada wakil pemerintahan yang hadir dalam Kongres KATA Indonesia, yaitu kepada perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kantor Staf Presiden (KSP), dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Kongres KATA Indonesia tahun ini berpusat di Kantor Yayasan WWF Indonesia di Jakarta dengan local host yang berada 8 titik di Indonesia, yaitu: Sangihe, Palu, Sinjai, Lebak, Aru, Molo, Jayapura, dan Manokwari dengan dihadiri oleh lebih dari 500 kaum muda yang berasal dari berbagai daerah dengan berbagai latar belakang. 

Melalui deklarasi yang disampaikan, kaum muda menyerukan 8 poin yang ditujukan kepada para pemimpin bangsa, yaitu:

  1. Mendorong Aksi Nyata untuk Pulihkan Alam Indonesia
  2. Menindaklanjuti Komitmen Lingkungan yang Berani, Ambisius, dan Mengikat
  3. Mendukung Inisiatif Kaum Muda Tanah Air
  4. Menyediakan Pendidikan yang Kontekstual, Merata, dan Gratis
  5. Memastikan Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Pelaksanaannya
  6. Memastikan Keterlibatan Sektor Swasta dan Keuangan secara Bertanggung Jawab dan Terikat
  7. Mendorong Pemerintahan yang Bersih
  8. Menjamin Ketersediaan Lapangan Pekerjaan bagi Kaum Muda

Para peserta yang hadir sepakat bahwa Kongres KATA ini dapat dijadikan sebagai awal dari ruang diskusi dan inisiasi selanjutnya. Selain itu, dari Kongres KATA, kaum muda akan berupaya untuk dapat melakukan audiensi dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo.


Cerita Terkini

Satu Dekade Pengelolaan Hutan dan Community Logging di Tanah Papua

Jakarta, 19 September 2019 - Kondisi masyarakat hukum adat Papua saat ini bisa dikatakan “bak tikus mati di lumb...

Pembangunan Kawasan Pedesaan (PKP) Desa-desa Penyangga TNUK Wilayah Ke

Kegiatan konservasi badak Jawa telah menjadi fondasi munculnya lembaga WWF di Indonesia di tahun 1962. Dalam kegia...

Pesan Anak Muda Aceh untuk Penyelamatan Orangutan

Sekitar 40 anak muda beserta seniman lukis Aceh menuangkan pesan-pesan penyelamatan orangutan melalui poster-poste...

Get the latest conservation news with email