Kembali

© WWF-Indonesia/Idham Malik

.



AgResults dan WWF Luncurkan Kompetisi Akuakultur di Indonesia

Posted on 19 October 2020
Author by AgResults

Pada September 2020, AgResults mengumumkan proyek kompetisi terbarunya dengan skema hadiah Pay-for-Results: Tantangan Proyek Akuakultur Indonesia, yang diperkirakan akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2021 dan berjalan selama empat tahun. Proyek ini akan berfokus pada penguatan sektor akuakultur negara dengan bekerja melalui sektor swasta Indonesia untuk mendorong pembudidaya skala kecil mengadopsi teknologi di lahan tambak yang meningkatkan produktivitas. Dalam kesempatan ini, WWF-Indonesia akan bertindak sebagai Manajer Proyek kompetisi ini.

Budidaya perikanan merupakan sektor yang berkembang pesat di Indonesia; pertumbuhan produksi ikan secara keseluruhan mencapai 10,6% pada tahun 1960 dan meningkat menjadi 40,2% pada tahun 2014. Dengan menurunnya tingkat produksi perikanan tangkap, Indonesia semakin bergantung pada budidaya perikanan untuk konsumsi di level domestik dan ekspor. Jumlah pembudidaya skala kecil di Indonesia mencapai 70-80% dari total produsen akuakultur, namun banyaknya tantangan seperti metode pemberian makan tradisional yang kurang efisien, kenaikan biaya tanpa memaksimalkan produksi, pengelolaan kualitas air yang buruk juga membatasi produktivitas dan meningkatkan probabilitas terkena penyakit dan matinya ikan. Umumnya, pembudidaya skala kecil tidak memiliki akses ke praktik dan alat yang memadai untuk mengelola dan mencegah penyakit, terutama untuk komoditas udang.

Untuk mengatasi kegagalan panen ini, Proyek AgResult bersama WWF-Indonesia akan menggunakan kompetisi dengan skema hadiah Pay-for-Results untuk mendorong peningkatan adopsi teknologi yang meningkatkan produktivitas seperti auto-feeder dan aerator untuk pembudidaya skala kecil, sekaligus memperkuat proses hubungan antara penyedia alat, pembudidaya, dan penjamin. Proyek ini akan berlangsung di enam provinsi di Indonesia, yaitu: Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kompetisi berhadiah ini akan memberikan hadiah sejumlah uang kepada kontestan sektor swasta Indonesia berdasarkan berapa banyak teknologi akuakultur, khususnya aerator dan auto-feeder, yang mereka jual atau sewa ke pembudidaya skala kecil. Selain itu, kompetisi ini akan memberikan hadiah utama kepada para kontestan yang berhasil menjual teknologi paling banyak selama periode kontes berlangsung yaitu empat tahun. Para juri akan melacak penjualan dan memverifikasi hasil untuk memastikan bahwa hadiah didistribusikan secara akurat.

Dalam perannya sebagai Manajer Proyek, WWF-Indonesia akan mengawasi kegiatan proyek di enam provinsi target. Selama lebih dari 15 tahun, WWF-Indonesia dan mitra terkait telah bekerja sama dengan industri dan pembudidaya skala kecil untuk meningkatkan praktik budidaya dan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengatasi tantangan terbesar yang menghambat pengelolaan budidaya yang bertanggung jawab.

“Permintaan ikan yang meningkat membuat produksi ikan meningkat. Kegagalan dalam menjaga on-farm practices berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan, seperti konversi habitat kritis, intrusi air laut, dan penangkapan ikan berlebihan,” jelas Imam Musthofa, Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, WWF-Indonesia.

Saat kompetisi bersiap untuk diluncurkan, Manajer Proyek akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk otoritas pemerintah daerah, untuk mempromosikan persaingan dengan kontestan sektor swasta dan meningkatkan minat untuk berpartisipasi.

“Kompetisi semacam ini bertujuan untuk menemukan solusi dalam meningkatkan hasil produktivitas tanpa ekspansi lebih lanjut atau merusak lingkungan. Ini adalah cara baru untuk mendorong perbaikan dalam menggunakan sumber daya alam secara efisien,” ujar Imam Musthofa.

Didanai oleh USAID (AS), FCDO (Inggris), DFAT (Australia), GAC (Kanada), dan Bill and Melinda Gates Foundation, AgResults telah merancang dan mengimplementasikan kompetisi berhadiah sejak 2013 yang berfokus pada mendorong perubahan mendasar dalam hubungan pasar antara sektor swasta dan pembudidaya skala kecil.

____________________________________________________________________________________________________________________________________________

AGRESULTS AND WWF LAUNCHED AQUACULTURE COMPETITION IN INDONESIA


In September 2020, AgResults announced its latest competition project with the Pay-for-Results: Indonesian Aquaculture Project Challenge which is expected to be officially launched in 2021 and run for four years. The project will focus on strengthening the country's aquaculture sector by working through Indonesia's private sectors to encourage small-scale farmers in adopting technologies on farms that increase productivity. On this occasion, WWF-Indonesia will act as the Project Manager for this competition.

Aquaculture is a fast-growing sector in Indonesia; overall fish production growth reached 10.6% in 1960 and increased to 40.2% in 2014. With the declining level of capture fisheries production, Indonesia increasingly relies on aquaculture for export and domestic consumption. The number of small-scale farmers in Indonesia makes up 70-80% of the total aquaculture producers. However, there are many challenges such as inefficient traditional feeding methods, increased costs without maximizing production, poor water quality management which limits productivity and increases the probability of disease and fish deaths. Generally, small-scale farmers do not have access to adequate practices and tools to manage and prevent diseases, especially for shrimp.

To address crop failure, the AgResult's Project together with WWF-Indonesia will hold the competition with a Pay-for-Results reward scheme.  The aim is to encourage increased adoption of productivity-enhancing technologies such as auto-feeders and aerators for small-scale farmers while strengthening linkages between tool providers, cultivators, and guarantors. The project will take place in six provinces in Indonesia, namely: West Java, East Java, Central Java, West Nusa Tenggara, East Nusa Tenggara, and South Sulawesi.

The competition will award a sum of money to Indonesian private sector contestants based on how much aquaculture technology, particularly aerators and auto-feeders who sell or lease to small-scale farmers. Furthermore, this competition will give the main prize to the contestants who have managed to sell the most technology during the contest period, which is four years. Judges will track sales and verify results to ensure prizes are distributed accurately.

In its role as Project Manager, WWF-Indonesia will oversee project activities in the six target provinces. For more than 15 years, WWF-Indonesia and related partners have been working with the industry and small-scale farmers to improve aquaculture practices and support the Indonesian government's efforts to address the biggest challenges that hinder responsible cultivation management.

"Increasing demand for fish caused fish production to increase. Failure to maintain on-farm practices has the potential to cause environmental damage, such as the conversion of critical habitats, an intrusion of seawater, and overfishing," Imam Musthofa, Head of Maritime Affairs and Fisheries, WWF-Indonesia explained. 

As the competition prepares to launch, the Project Manager will coordinate with relevant stakeholders, including local government authorities, to promote the competition with private sector contestants and raise interest in participating.

“This kind of competition aims to find solutions to increase productivity outcomes without further expansion or damaging the environment. This is a new way to encourage improvements in using natural resources efficiently," said Imam Musthofa.

Funded by USAID (US), FCDO (UK), DFAT (Australia), GAC (Canada), and the Bill and Melinda Gates Foundation, AgResults has designed and implemented prize competitions since 2013 focused on driving fundamental changes in market relations between the private sector and small-scale cultivators.


Cerita Terkini

Produsen Udang di Jember Laksanakan Aksi Lingkungan

Jember, 10 Januari 2020 – Bergabung dengan program perbaikan perikanan WWF-Indonesia melalui keanggotaan Seafood...

PT MRT Jakarta dan WWF-Indonesia Jalin Kemitraan Ajak Masyarakat Berg

Jakarta, 20 September 2019 – PT. Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) dan Yayasan WWF-Indonesia (WWF-Indo...

Mangrove Penjaga Masa Depan Habitat Badak Jawa

Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Ku...

Get the latest conservation news with email