PENDIDIKAN

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Membentuk Sekolah, Komunitas dan Masyarakat menjadi Pusat Pembelajaran

Pendidikan adalah kunci untuk katalisasi Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainble Development Goals/SDG’s) demi Bumi yang lebih baik ke depan dan menjadi bekal kehidupan generasi yang akan datang. Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (Education for Sustainable Development/ESD) dapat diartikan sebagai proses untuk memfasilitasi pengembangan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai sehingga individu maupun kelompok dapat berkontribusi secara positif untuk mengurangi jejak ekologis dan juga mempertahankan keanekaragaman hayati.

Dalam menjalankan Program ESD, WWF-Indonesia menargetkan sekolah formal, komunitas dan masyarakat yang berada dalam wilayah kerja WWF-Indonesia baik lanskap maupun bentang laut Wilayah Kerja WWF-Indonesia. Kegiatan ESD di Kalimantan dilakukan pada 13 kabupaten yang berada di jantung hutan Kalimantan (Heart of Borneo), yaitu: Provinsi Kalimantan Tengah (Katingan, Murung Raya, Gunung Mas, Pulang Pisau dan Barito Utara), Provinsi Kalimantan Timur (Kutai Barat, Mahakam Ulu), Provinsi Kalimantan Barat (Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Ketapang), Provinsi Kalimantan Utara (Nunukan dan Malinau). Pada setiap kabupaten tersebut dibangun sekolah percontohan dengan tujuan untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran komunitas sekitar dan sekolah lainnya dengan menanamkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan.

Hingga saat ini, total sekolah yang mendapat pendampingan intensif berjumlah 43, yang dilakukan dalam bentuk pelatihan untuk peningkatan kualitas sekolah, dan penanaman nilai-nilai pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Program ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan sekolah secara menyeluruh, yang meliputi pengajaran dan pembelajaran, budaya dan etos sekolah, murid, masyarakat, lingkungan sekolah, permainan, pengawasan, dan evaluasi.

BERITA & CERITA TERKAIT

Nelayan Pengguna Kompresor Gale-Gale Jadi Pejuang Laut

Pemahaman Usman pun kian bertambah setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pejuang Laut Proyek USAID SEA di Kota Ambon. Usman mulai memahami tentang pentingnya konservasi perairan.

Perempuan dan Asinnya Laut

"Hidup seng bisa rubah ale keadaan, tapi keadaan bisa rubah ale pung hidop, untuk itu jang pernah menyerah for keadaan," ujar Ida Wama, nelayan perempuan dari Desa Pasanea, Seram Utara.

Semangat Baru Arjun Wama Sebagai Penjaga Laut

Arjun Wama atau yang lebih akrab disapa sebagai Juna adalah seorang nelayan asal Desa Sawai, Kabupaten Maluku Tengah yang juga merupakan anggota dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Toha Putih.

Upaya Mengurangi Tangkapan Sampingan, PT. IMPD Lakukan Uji Coba Alat T

PT. IMPD masih terus berupaya melakukan inovasi alat tangkap yang ramah lingkungan untuk mengurangi tertangkapnya biota laut yang dilindungi dan terancam punah di perairan sekaligus bisa mengurangi kebutuhan biaya modal untuk operasional alat tangkap.

Ikan Melimpah, Masyarakat Desa Labuan Memancing di Pesisir Pantai

"Beta sangat senang barang ikan-ikan banyak dekat pantai, jadi katong seng mangael jauh-jauh lae," ujar Amin, warga Desa Labuan.

Luncurkan Situs Kampanye "Save Our Sharks", WWF-Indonesia Ajak Masyara

WWF-Indonesia meluncurkan sosharks.wwf.id sebagai situs kampanye Save Our Sharks (“#SOSharks”) pada Selasa, 12 Mei 2020.

#SOSHUTAN

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan di Indonesia sejak awal bulan Agustus 2019. Hal ini membuat banyak wilayah di Indonesia dilanda kabut asap. Mari bersama kita selamatkan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan dan juga asap!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email