LAUT

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia harus menghargai laut sebagai sumber oksigen, sumber pangan, mata pencaharian dan juga sebagai penghubung antar pulau dan suku-suku di Indonesia. Kekayaan sumber daya laut yang kita miliki, adalah aset penting yang harus kita jaga, untuk keberlanjutan kehidupan bangsa kita sendiri.

Indonesia terletak di pusat Segitiga Karang Dunia, area konservasi global seluas 16 juta kilometer persegi yang menjadi habitat bagi 76% spesies karang dunia, lebih dari 3000 spesies ikan, dan berbagai spesies Penyu, Cetacean, dan Hiu. Sumber daya alam dari laut ini sangat penting bagi kondisi perekonomian regional maupun global. Keberadaannya juga berpengaruh pada ketahanan pangan bagi 130 juta penduduk yang hidup di pesisirnya. Namun, keanekaragaman hayati laut tersebut kini terancam oleh perubahan iklim, kegiatan perikanan yang berlebihan, dan polusi.

WWF mendukung Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan kelautan global. Hal ini dilakukan dengan pembangunan berbasis kelautan untuk mencapai kedaulatan pangan yang berasal dari laut. Pemerintah juga menetapkan target melindungi ekosistem laut lewat penetapan 30 juta hektar Kawasan Konservasi Perairan (KKP) pada tahun 2030.

Pembentukan KKP perlu dilakukan agar keseimbangan keanekaragaman hayati di laut dapat terus terjaga. WWF mengupayakan untuk setidaknya membentuk kawasan konservasi laut baru di Indonesia dan mendampingi pengelolaannya agar efektif dan memberikan manfaat kepada komunitas lokal dan mata pencahariannya, serta keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. WWF juga mendukung ditetapkannya kawasan konservasi laut yang dikelola oleh komunitas lokal.

Kawasan konservasi laut hendaknya ditetapkan untuk melindungi habitat penting di Indonesia, untuk memastikan peningkatan pada fungsi ekologi dan manfaat sosial-ekonomi, sehingga kawasan tersebut betul-betul memberikan keuntungan kepada seluruh pihak. WWF juga mendukung pengembangan MPA Center of Excellence sebagai situs percontohan mengenai pengelolaan Kawasan Konservasi Laut terbaik di Indonesia, dan memfasilitasi dokumentasi dari kawasan konservasi berbasis komunitas dan membantu proses advokasi untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

WWF mengadvokasi kerangka kerja Blue Economy kepada pemerintah untuk mengelola kawasan perairan secara berkelanjutan. WWF mendampingi perusahaan perikanan melalui program Seafood Savers untuk mengimplementasikan Pedoman Praktik Terbaik (Better Management Practices - BMP), mengenalkan gerakan berbasis komunitas dan kewirausahaan-sosial sebagai percontohan untuk praktik bisnis berkelanjutan di bidang perikanan, akuakultur, dan pariwisata bahari. WWF mendorong penggunaan standar praktik perikanan terbaik yang ditetapkan oleh ASC (Aquaculture Stewardship Council) atau MSC (Marine Stewardship Council).

BERITA & CERITA TERKAIT

Nelayan Pengguna Kompresor Gale-Gale Jadi Pejuang Laut

Pemahaman Usman pun kian bertambah setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pejuang Laut Proyek USAID SEA di Kota Ambon. Usman mulai memahami tentang pentingnya konservasi perairan.

Perempuan dan Asinnya Laut

"Hidup seng bisa rubah ale keadaan, tapi keadaan bisa rubah ale pung hidop, untuk itu jang pernah menyerah for keadaan," ujar Ida Wama, nelayan perempuan dari Desa Pasanea, Seram Utara.

Semangat Baru Arjun Wama Sebagai Penjaga Laut

Arjun Wama atau yang lebih akrab disapa sebagai Juna adalah seorang nelayan asal Desa Sawai, Kabupaten Maluku Tengah yang juga merupakan anggota dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Toha Putih.

Upaya Mengurangi Tangkapan Sampingan, PT. IMPD Lakukan Uji Coba Alat T

PT. IMPD masih terus berupaya melakukan inovasi alat tangkap yang ramah lingkungan untuk mengurangi tertangkapnya biota laut yang dilindungi dan terancam punah di perairan sekaligus bisa mengurangi kebutuhan biaya modal untuk operasional alat tangkap.

Ikan Melimpah, Masyarakat Desa Labuan Memancing di Pesisir Pantai

"Beta sangat senang barang ikan-ikan banyak dekat pantai, jadi katong seng mangael jauh-jauh lae," ujar Amin, warga Desa Labuan.

Luncurkan Situs Kampanye "Save Our Sharks", WWF-Indonesia Ajak Masyara

WWF-Indonesia meluncurkan sosharks.wwf.id sebagai situs kampanye Save Our Sharks (“#SOSharks”) pada Selasa, 12 Mei 2020.

#SOSHUTAN

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan di Indonesia sejak awal bulan Agustus 2019. Hal ini membuat banyak wilayah di Indonesia dilanda kabut asap. Mari bersama kita selamatkan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan dan juga asap!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email