PANGAN BIJAK NUSANTARA

Sistem pangan secara global saat ini memiliki dampak negatif yang sangat besar pada lingkungan, ketahanan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Sedangkan di sisi lain banyak masyarakat petani terutama di pedesaan dan daerah terpencil yang belum dijamin ketahanan dan kedaulatan pangannya. Oleh karena itu ada ketimpangan secara ekonomi-sosial dan juga terjadinya kerusakan lingkungan.

Dengan keyakinan bahwa ada pendekatan dan alternatif lain untuk produksi dan konsumsi pangan yang lebih lestari untuk lingkungan, adil untuk petani dan Bumi, serta sehat untuk konsumen, dibentuklah Konsorsium Pangan Bijak Nusantara. Konsorsium ini terdiri dari beberapa organisasi masyarakat yakni Hivos, WWF-Indonesia, ASPPUK, NTFP-EP, AMAN, dan mitra-mitra jejaringnya dalam Panen Raya Nusantara (PARARA) yang bersama-sama mendukung transformasi sistem pangan lokal, bijak, dan lestari bagi produsen dan konsumen di Indonesia.

Kampanye Pangan Bijak Nusantara bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di Indonesia dengan mendukung perubahan konsumsi untuk produk lokal, adil, sehat, dan lestari serta mendorong adanya perubahan sistem produksi di tingkat kelompok-kelompok petani dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pangan Bijak Nusantara berpegang pada visi terwujudnya masyarakat yang adil dan lestari berbasis prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup yang sehat, dan ekonomi yang adil dan bijak, serta menghormati kebudayaan, tradisi, dan mata pencaharian lokal.

Tujuan tersebut ingin dicapai melalui:

Meningkatnya aksi kolektif, kesadartahuan, dan permintaan konsumen terhadap produk pangan lokal yang dihasilkan secara etis dan lestari;

Meningkatnya jumlah UMKM dan retail yang menerapkan praktik-praktik yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, lingkungan, dan sosial;

Pemerintah nasional dan lokal mendukung dan mengadopsi kebijakan-kebijakan dan panduan-panduan untuk mempromosikan produksi dan konsumsi pangan lokal, adil, sehat, dan lestari.




Madu Hutan

Beras Adan Krayan

Gula Aren

Kopi

Minyak Kelapa

Sagu

Garam

Get the latest conservation news with email