Lorenz Azmat

Kepulauan

Papua

Lokasi Konservasi

Taman Nasional
Lanskap

Spesies

CENDERAWASIH

Lanskap Asmat-Lorentz yang merupakan paduan antara upaya WWF di distrik Asmat (2.2 Juta ha) dan Taman Nasional Lorentz, dengan luas total 2.4 juta ha, adalah area lindung terbesar di Asia Tenggara. Lanskap ini menghadapi beberapa ancaman, termasuk alih guna area mangrove, perambahan pada hutan lindung, serta perburuan spesies endemik seperti Kura-Kura Moncong Babi (Carettocchelys insculpta ramsay), Cendrawasih elok (Macgregoria pulchra), Kanguru pohon (Dendrolagus), dan Kura-Kura Leher Ular (Chelodina novaeguineae). Pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan lintas provinsi juga meningkatkan dampak negatif bagi keanekaragaman hayati.

WWF akan terus mendorong penggunaan Kajian Lingkungan Strategis untuk memastikan wilayah-wilayah penting dapat terjaga. Pemetaan secara ekstensif sangat penting bagi masyarakat lokal untuk membentuk basis untuk skema manajemen yang kolaboratif di dalam lanskap. Melanjutkan program USAID-LESTARI yang mengedepankan pengelolaan kolaboratif, forum multi pihak dan praktik pengelolaan terbaik, WWF akan terus bekerja bersama otoritas taman nasional untuk perlindungan 270,000 ha wilayah mangrove dan meningkatkan efektivitas manajemen menggunakan Management Effectiveness Tracking Tool (METT).

Spesies

BERITA & CERITA TERKAIT

Pengelolaan Hutan yang Bertanggung Jawab melalui Sistem Sertifikasi Ja

Hutan Indonesia merupakan habitat untuk keanekaragaman hayati unik yang meliputi 12 persen spesies mamalia di dunia, 7,3 persen spesies reptil dan amfibi, serta 17 persen spesies burung di seluruh dunia. Lebih dari itu, hutan juga berkontribusi pada ketersediaan air dan udara bersih yang kita nikmati setiap harinya.

Upaya Bersama untuk Melindungi Gajah Kalimantan

Kalimantan adalah pulau terluas ketiga di dunia, setelah Greenland, dan Papua. Pulau ini memiliki banyak sungai dan hutan tropis yang rapat, hutan ini menjadi habitat bagi spesies gajah terkecil, yang memiliki tinggi maksimum 2,5 meter.

Micro Hydro Solusi Energi Terbarukan Berkelanjutan untuk Kabupaten Pes

Dari rumpun pepohonan di pinggir sungai yang cukup tinggi, kami bisa mendengar suara air terjun.

Kolaborasi dalam Survei Gajah Borneo

Pada akhir Januari 2019 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan Kalimantan Utara telah membantu kegiatan Survei Gajah Borneo yang dilakukan oleh WWF Indonesia, survei dilakukan selama satu minggu.

Meningkatkan Produktivitas Kebun Melalui Sekolah Lapang Pertanian Berk

Sejak 2009, WWF-Indonesia telah mulai menyelenggarakan program Sekolah Lapang Pertanian Berkelanjutan yang terinspirasi dari konsep sekolah lapang UNFAO (United Nations Food and Agriculture Organization) yang telah terlebih dahulu dilakukan di Indonesia pada tahun 1989.

FB Live Streaming IPA: Ajakan untuk Generasi Zaman Kiwari Supaya Jaga

Siapa yang bisa hidup tanpa air? Tak ada satu pun makhluk hidup di dunia ini yang bisa hidup tanpa air. Namun kelestarian air yang sangat penting ini sering kita abaikan.

#SOSHUTAN

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan di Indonesia sejak awal bulan Agustus 2019. Hal ini membuat banyak wilayah di Indonesia dilanda kabut asap. Mari bersama kita selamatkan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan dan juga asap!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email