Kayan

Kepulauan

Kalimantan

Lokasi Konservasi

Taman Nasional
Lanskap

Spesies

GAJAH
ORANGUTAN

Lanskap Kalimantan Utara yang terdiri dari hutan hujan tropis pegunungan dilestarikan sebagai bagian dari Taman Nasional Kayan Mentarang, hutan dataran rendah, karst, dan ekosistem mangrove. Sungai Kayan merupakan poros utama yang menghubungkan area hulu dengan area hilir. Sebagian besar kawasan taman nasional secara tradisional dimiliki dan dikelola sebagai wilayah adat oleh beberapa kelompok etnis. Hal ini yang menjadi alasan bagi WWF untuk mengadvokasi tata kelola yang berbeda-beda dan memberikan dukungan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengembangkan manajemen kolaboratif di kawasan lindung sejak 1994.

Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) merupakan taman nasional pertama yang ditetapkan di Indonesia sebagai kawasan lindung berbasis masyarakat. Penggambaran zonasi taman nasional yang partisipatif merupakan pencapaian lanjut, dimana WWF memainkan peran yang fundamental. Pada November 2007, Dewan Pembina dan Pengendali Pengelolaan Kolaboratif (DP3K) dibentuk sebagai lembaga multi-stakeholder dan badan pengawas. DP3K terdiri dari perwakilan beberapa institusi, di antaranya adalah: Forum Musyawarah Masyarakat Adat TNKM, pemerintah daerah dan provinsi, akademisi dan lembaga swadaya masyarakat. Pendekatan manajemen menggabungkan aspek ekologi dan sosial ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan konservasi sumber daya alam dan perlindungan jasa ekosistem melalui pemberdayaan masyarakat lokal.

WWF akan terus mendukung konsolidasi pendekatan manajemen dan meningkatkan penyertaan dan partisipasi masyarakat lokal di TNKM. WWF juga akan terus berupaya pada tingkatan lanskap untuk melindungi spesies kunci seperti Gajah Borneo (Elephas maximus borneensis), mitigasi dampak negatif dari pembangunan infrastruktur terhadap sumber perairan, serta melindungi jasa ekosistem yang ada seperti air tawar untuk kesejahteraan saat ini dan masa depan.

Spesies

BERITA & CERITA TERKAIT

Sekolah Cita Persada Mengenal Profesi di Bidang Konservasi Bersama Pan

Kamis (23/01) lalu, Sekolah Cita Persada Depok kedatangan Panda Mobile WWF-Indonesia. Pihak sekolah mengundang tim Panda Mobile untuk mengisi seminar dalam Career Day dengan tema Earth is Our Home-Work for a Better Earth.

Bank Sampah Panulisan dan Panda Mobile Ajak Masyarakat Peduli Lingkung

Ada satu pemandangan menarik yang akan kita temukan di Perumahan Pesona Griya Asri, Kabupaten Purwakarta. Sebuah bangunan unik di mana terdapat botol-botol plastik cacahan plastik yang disusun berjajar sebagai pemisah tanaman.

Siswa SPH Karawaci Menonton Film Perlindungan Satwa Bersama Panda Mobi

Panda Mobile hadir ke Sekolah Pelita Harapan Karawaci dan berbagi pengetahuan tentang perlindungan satwa.

Panda Mobile Ajak Masyarakat Bijak Menggunakan Air

Panda Mobile berbagi pengetahuan tentang pentingnya bijak menggunakan air dan cara menjaga sumber air kepada masyarakat.

Call Proposal! For Plastic Smart Cities Scoping/Assessment in Ciliwung

This call for proposal is open for applicant from NGOs, CSOs, Universities or Consultant Firm who have experiences in conducting the scoping/assessment and develop action plan of waste management in cities area.

Earth Hour 2020: Bersolidaritas Manusia dan Bumi di Tengah Pandemi Cov

Untuk memastikan keselamatan publik dan menjaga semangat solidaritas saat krisis kesehatan Covid-19, peringatan Earth Hour 2020 dilaksanakan secara virtual dalam jaringan.

#SOSHUTAN

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan di Indonesia sejak awal bulan Agustus 2019. Hal ini membuat banyak wilayah di Indonesia dilanda kabut asap. Mari bersama kita selamatkan Indonesia dari kebakaran hutan dan lahan dan juga asap!

Donasi Sekarang

Get the latest conservation news with email