Beach Clean Up http://www.wwf.id/id id KAMPANYE MENGURANGI SAMPAH PLASTIK MELALUI DONASI TUMBLER http://www.wwf.id/id/blog/kampanye-mengurangi-sampah-plastik-melalui-donasi-tumbler <span>KAMPANYE MENGURANGI SAMPAH PLASTIK MELALUI DONASI TUMBLER</span> <span><span lang="" about="/id/user/larasaulia" typeof="schema:Person" property="schema:name" datatype="">larasaulia</span></span> <span>Kam, 09/27/2018 - 10:43</span> <div class="field field-field-image field-type-image field-label-hidden field-item"> <img loading="lazy" src="/sites/default/files/blog/_WW1431593%20%281%29.jpg" width="1280" height="720" alt="" title="© Fernanda Ligabue / WWF-Brazil" typeof="foaf:Image" /> </div> <div class="field field-field-category field-type-entity-reference field-label-hidden field-items"> <div class="field-item"><a href="/id/category/plastic-smart-cities" hreflang="id">Plastic Smart Cities</a></div> <div class="field-item"><a href="/id/latest/update/article" hreflang="id">Artikel</a></div> </div> <div class="field field-field-tags field-type-entity-reference field-label-hidden field-items"> <div class="field-item"><a href="/id/tags/beach-clean" hreflang="id">Beach Clean Up</a></div> <div class="field-item"><a href="/id/tags/taman-nasional-komodo" hreflang="id">Taman Nasional Komodo</a></div> </div> <div class="field field-body field-type-text-with-summary field-label-hidden field-item"><p>Oleh: Shera Fanesha (Corporate Relation Staff) &amp; Natalia Trita Agnika</p> <p> </p> <p>Sebuah wacana untuk melakukan kajian supaya dikeluarkan aturan bagi semua turis dan kapal-kapal wisata agar tidak membawa botol air mineral kemasan ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) terlontar pada Agustus 2017 silam. Rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan kawasan TN Komodo dari kawasan wisata sebesar 0,19 m3/hari atau 0,008 ton per hari. Persoalan sampah di kawasan TNK menjadi perhatian serius, khususnya sampah plastik. Hal senada juga dialami oleh taman nasional lain, di antaranya Taman Nasional Wakatobi. Dalam kegiatan Beach Clean Up April 2018 yang lalu, para relawan berhasil mengumpulkan 1,7 ton sampah di kawasan Taman Nasional Wakatobi hanya dalam tempo dua jam. Sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan.</p> <p> </p> <p> </p> <p>Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mengurangi potensi meningkatnya timbulan sampah plastik perlu didukung. Hal itulah yang dilakukan oleh PT Dusdusan Dotcom Indonesia (Dusdusan.com) yang mendukung program pemerintah dalam rangka pengendalian sampah plastik sekali pakai. Pada 20 Agustus 2018, Dusdusan.com mendonasikan 500 tumbler melalui WWF-Indonesia untuk mendukung kampanye Zero Single Use Plastic.</p> <p> </p> <p>Tumbler tersebut akan didistribusikan ke beberapa taman nasional di Indonesia, di antaranya Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Taman Nasional Wakatobi, Taman Nasional Bunaken, KKPD Selat Pantar, dan Taman Nasional Ujung Kulon. Saat ini sejumlah tumbler telah didistribusikan ke Mempawah Kalimantan Barat, Wakatobi, Labuan Bajo, Maluku, dan Bali. Dalam Mempawah Mangrove Festival pada Agustus 2018, tumbler dibagikan sebagai hadiah bagi para pemenang lomba dengan harapan dapat  menggerakkan kesadaran generasi muda untuk mengurangi penggunaan botol air minum kemasan sekali pakai. Mempawah Mangrove Festival adalah sebuah festival yang diselenggarakan untuk menggaungkan lebih luas tentang penyelamatan hutan mangrove ke berbagai lini.</p> <p>Dengan adanya donasi tumbler ke sejumlah taman nasional tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif bagi perbaikan lingkungan. Selain itu, kampanye penggunaan tumbler juga diharapkan dapat memotivasi seluruh lapisan masyarakat bahwa mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimulai dari hal yang kecil dan dimulai dari diri sendiri.</p> </div> <div class="field field-field-blog-format field-type-list-string field-label-hidden field-item">Standard</div> <div class="field field-field-penulis field-type-string field-label-hidden field-item">Shera Fanesha, Natalia Trita Agnika</div> Thu, 27 Sep 2018 03:43:06 +0000 larasaulia 1576 at http://www.wwf.id http://www.wwf.id/id/blog/kampanye-mengurangi-sampah-plastik-melalui-donasi-tumbler#comments KELESTARIAN PENYU DAN ANCAMAN SAMPAH PLASTIK http://www.wwf.id/id/blog/kelestarian-penyu-dan-ancaman-sampah-plastik <span>KELESTARIAN PENYU DAN ANCAMAN SAMPAH PLASTIK</span> <span><span lang="" about="/id/user/larasaulia" typeof="schema:Person" property="schema:name" datatype="">larasaulia</span></span> <span>Sel, 05/23/2017 - 15:45</span> <div class="field field-field-image field-type-image field-label-hidden field-item"> <img loading="lazy" src="/sites/default/files/blog/_WW1357348%20%281%29_0.jpg" width="1280" height="720" alt="" title="WWF / Tom Vierus" typeof="foaf:Image" /> </div> <div class="field field-field-category field-type-entity-reference field-label-hidden field-items"> <div class="field-item"><a href="/id/pelajari/program-kami/perikanan-kelautan" hreflang="id">Kelautan dan Perikanan</a></div> <div class="field-item"><a href="/id/latest/update/article" hreflang="id">Artikel</a></div> </div> <div class="field field-field-tags field-type-entity-reference field-label-hidden field-items"> <div class="field-item"><a href="/id/tags/beach-clean" hreflang="id">Beach Clean Up</a></div> </div> <div class="field field-body field-type-text-with-summary field-label-hidden field-item"><p>Oleh: Natalia Trita Agnika</p> <p>Siang itu, Rabu ( 15/02), di bawah terik matahari, sekitar 20 siswa dan dua orang guru dari sebuah sekolah di Bangladesh yang sedang mengikuti kegiatan edukasi koservasi bersama WWF-Indonesia nampak tekun memunguti sampah di tepi Pantai Serangan, Bali. Kegiatan yang mereka lakukan merupakan bagian dari kegiatan <em>Beach Cleanup</em>. Lebih dari 10 kantong sampah besar penuh terkumpul hanya dalam waktu dua jam. Rata-rata, sampah yang berhasil mereka kumpulkan berupa <strong>sampah plastik</strong> seperti gelas plastik kemasan, botol plastik bekas, sedotan, dan kantong plastik.</p> <p>Banyaknya sampah yang berada di pinggir pantai itu merupakan salah satu contoh dari kondisi pantai yang ada di Indonesia. Isu pencemaran sampah, terutama terkait isu pencemaran sampah di laut telah menjadi perhatian publik dan Pemerintah Indonesia sejak dipublikasikannya hasil penelitian Jambeck, Jena R., et.al, 2015 yang berjudul “<strong>Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean</strong>” (<strong><a href="https://www.iswa.org/fileadmin/user_upload/Calendar_2011_03_AMERICANA/Science-2015-Jambeck-768-71__2_.pdf">www.sciencemag.org</a></strong>, February 12, 2015) yang menyatakan potensi <strong>sampah plastik</strong> yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton/tahun. Hasil penelitian ini pun menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah Cina.</p> <p>Padahal, sampah-sampah terutama sampah plastik, merupakan musuh bebuyutan satwa laut, khususnya penyu. Kantong plastik yang hanyut di laut sering dikira ubur-ubur yang merupakan makanan favorit penyu. Jika termakan, plastik yang tidak dapat terurai dapat menutup saluran pencernaan dan meracuni tubuh penyu. Pemandangan memprihatinkan pun pernah terjadi ketika penyu terlihat tersiksa karena sedotan plastik yang menyumbat hidungnya. Sampah-sampah plastik juga akan menghalangi penyu-penyu yang akan menepi dan kembali ke laut.</p> <p>Sampah plastik mengancam kelestarian penyu. Kita tak bisa tinggal diam melihat kondisi tersebut. Salah satu hal yang dapat dengan mudah kita lakukan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik dan tidak membuangnya sembarangan. Gerakan <strong>#SejutaAksi</strong> yang diinisiasi oleh Komunitas <strong>Earth Hour Indonesia </strong>merupakan perwujudan dari pengurangan penggunaan kantong plastik. Gerakan ini mengajak satu juta individu (atau kelompok) agar membuat dan mendonasikan kaus bekas untuk dijadikan tas belanja (<em>reusable shopping bag</em>) dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik. Aksi ini akan berlangsung selama satu tahun hingga Maret 2018 mendatang. Mendukung Gerakan <strong>#SejutaAksi </strong>secara tak langsung berkontribusi bagi kelestarian penyu di laut.</p> <p>Selain sampah plastik, kelestarian penyu juga menghadapi ancaman karena hancurnya habitat dan tempat bersarang, penangkapan, perdagangan ilegal, dan eksploitasi yang membahayakan lingkungan. Anda dapat secara langsung mendukung upaya konservasi penyu di Indonesia dengan bergabung menjadi <a href="http://www.supporterwwf.org/donation/4/wwf-warrior/turtle-warrior.html"><strong>Turtle Warrior WWF-Indonesia</strong></a>. Informasi lebih lanjut, kunjungi <strong><a href="http://www.supporterwwf.org/donation/4/wwf-warrior/turtle-warrior.html">wwf.id/turtlewarrior</a></strong>.</p> <p> </p> </div> <div class="field field-field-blog-format field-type-list-string field-label-hidden field-item">Standard</div> <div class="field field-field-penulis field-type-string field-label-hidden field-item">Natalia Trita Agnika</div> Tue, 23 May 2017 08:45:19 +0000 larasaulia 2272 at http://www.wwf.id http://www.wwf.id/id/blog/kelestarian-penyu-dan-ancaman-sampah-plastik#comments